oleh

Manto Tapung Soroti Rendahnya Insentif Guru Honorer di Manggarai

RADARNTT, Ruteng – Dr. M. Manto Tapung, S.Fil., M.Pd. menyoroti gaji guru honorer yang jauh dibawah upah minimum provinsi (UMP) yang tidak sebanding dengan pelayanan dan kebutuhan keseharian guru honorer di Manggarai.

Kepada media ini Manto menjelaskan, data dapodiskmen tahun 2019/2020 terdapat 4.290 jumlah guru di Manggarai, dari jumlah tersebut terdapat 2.531 atau sebesar 51% merupakan guru honorer, Kamis (26/12/2019).

Menurut Manto, rata rata insentif guru honorer saat ini kisaran 300 sampai 700 ribu rupiah perbulannya dan tentu insentif ini tidak sebanding dengan pelayan dan kebutuhan keseharianya dari teman teman guru honorer.

Dikatan Manto, begitu pentingnya keberadaan dan karya guru honorer yang sebagian besarnya orang muda, maka perlu diupayakan peningkatan insentif yang layak bagi guru honorer.

“Insentif yang mereka dapat jauh dari UMP NTT yang sudah berada pada level 1,9 juta rupiah per bulan, setidaknya diupayakan mendekati UMP atau setara gaji PNS yang masa kerja nol tahun dengan perkiraan rentang insentif 1,3 juta sampai dengan 1,7 juta rupiah, mengingat Pendidikan merupakan salah satu tonggak penting membangun sumber daya manusia yang unggul di Manggarai,” tutur Manto.

Dari mana dana ini di upayakan? menurut Manto, perlu di tingkatkan dana pendidikan yang bersumber dari APBD untuk sebagaian besar penguatan dan pemberdayaan guru di sekolah, termasuk insentif guru honorer dan perlu adanya moratorium pembangunan gedung sekolah baru yang tidak berbasis pada analisis dan kebutuhan masyarakat.

Manto juga menjelaskan, alokasi APBD kabupaten Manggarai masih terlalu rendah dalam urusan pendidikan yaitu sebanyak 11,36% (2018) kalau kita bandingkan dengan Manggarai Timur sebanyak 15% dan Manggarai Barat 13,46%, jauh dari 20% amanah undang undang.

Lebih jauh bakal calon Wakil Bupati Manggarai itu menjelaskan, perlu memaksimalkan dana alokasi umum (DAU) dan dana transfer daerah lain untuk menyokong insentif guru honorer.

“Jika ada kebijakan pusat yang belum merestui sepenuhnya dana BOS untuk alokasi honor maka kita insentifkan pendekatan voluntarisme orang tua siswa (komite sekolah) dan para pihak bergotong royong untuk memberi insentif ke guru honorer,” tutup Manto. (TIM/RN)

Komentar