oleh

Marthen Ndolu: Camat Landu Leko Terima ‘Fee’ 10 Juta Rupiah

Foto: Camat Landu Leko Jostaf Faah, SH 

RADARNTT, Ba’a – Jostaf Faah, SH selaku Camat Landu Leko Kabupaten Rote Ndao menurut pengakuan Marthen Ndolu menerima fee senilai 10 juta rupiah atas transaksi jual beli tempat Wisata Lemaina yang berada di Kawasan Wisata Mulut Seribu di Desa Daima, Kecamatan Landu Leko seluas 50.300 M2 (sekitar 5 hektare) senilai 300 juta rupiah.

Marthen R.A.H Ndolu, S.Pd selaku pembeli pulau tersebut ketika dikonfirmasi wartawan dikediamannya di Desa Netenaen (Rabu, 10/07/2019) mengatakan, “Saya ingin membeli tempat tersebut untuk kepentingan bangun sekolah kursus Bahasa Inggris.”

Dirinya mengaku bertemu seorang warga Desa Daima yang bernama Charles Matara yang mengakui sebagai pengelola tempat tersebut, kemudian terjadi kesepakatan jual beli tempat tersebut dengan harga senilai 300 juta rupiah menggunakan uang milik orang asal Swiss.

“Pada tanggal 21 Maret 2019 Camat Landu Leko Jostaf Faah bersama Kepala Desa Daima Selfester Mesah membuat surat pernyataan penyerahan hak dari Charles Matara kepada saya selaku pembeli dengan harga 300 juta. Setelah itu beberapa hari kemudian saya bersama Hendrik Matara (adik Charles Matara) mendatangi rumah Camat Jostaf Faah di Naolaor dan menyerahkan uang senilai 10 juta rupiah sebagai Fee (imbalan terimakasih),” ungkap Marthen Ndolu kepada wartawan.

Charles Matara selaku penjual lokasi tersebut saat dikonfirmasi wartawan mengakui, bahwa dirinya menerima uang senilai 300 Juta dari Marthen Ndolu untuk transaksi jual beli tempat Wisata Lemaina sebagai yang tertera dalam surat pernyataan penyerahan hak poin ke – 6 yang berbunyi:
“Hak atas bidang tanah tersebut saya serahkan dengan telah menerima ganti rugi berupa uang sebesar 300 juta rupiah sesuai kwitansi tertanggal 21 Maret 2019 An.Charles Matara.”

Ia juga mengaku kalau surat pernyataan tersebut dibuat dihadapan pemerintah Desa Daima dan diketahui langsung Camat Landu Leko Jostaf Faah, SH.

Selain itu Hendrik Matara (Adik Charles Matara) kepada wartawan mengutarakan, “Saya turut mengetahui transaksi jual beli dan pembuatan surat pernyataan penyerahan hak antara Pembeli Marthen Ndolu dan penjual Charles Matara.”

Beberapa hari kemudian Marthen Ndolu menemui saya dengan membawa amplop yang menurut Marthen Ndolu berisi uang 10 juta rupiah selanjutnya kami antar amplop tersebut ke kediaman Camat Josfat Faah di Naolaor,” ungkapnya.

Sementara itu Camat Landu Leko Jostaf Faah ketika dikonfirmasi RADARNTT via telepon seluler di nomor 085239484XXX mengatakan, “Tidak terjadi jual beli pulau dan dirinya tidak pernah menerima amplop dari Marthen Ndolu yang didalamnya berisi uang 10 juta rupiah. Ia juga menegaskan bahwa itu pernyataan sepihak Marthen Ndolu namun dirinya mengakui kalau pernah diperiksa penyidik Polres Rote Ndao terkait persaolan tersebut pasalnya ia turut menandatangani dokumen yang berkaitan hal tersebut.

“Terkait persoalan ini saya sudah dipanggil juga oleh pihak kepolisian, saya dipanggil karena saya tanda tangan,” ucap Camat Jostaf Faah. (TIM/SET/R-N)

Komentar