oleh

Menteri Agama Resmikan Balai Nikah dan KUA di Alor

RADARNTT, Kalabahi – Menteri Agama RI Jenderal (Purn) Fachrul Razi meresmikan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pantar Kabupaten Alor dan Kecamatan Kota Waikabubak Kabupaten Sumba Barat di halaman Masjid Al’ Fatah Kalabahi Kota, Kabupaten Alor, Sabtu (28/12/2019).

Menteri Agama pertama berlatar militer itu mengungkapkan bahwa Ia bangga berada di Kabupaten Alor sebagai salah satu Kabupaten di Propinsi NTT yang memiliki tingkat Kerukunan yang sangat baik.

Propinsi NTT menurutnya merupakan Propinsi yang tingkat kerukunan umat beragamanya sangat baik sehingga Propinsi NTT menempati peringkat kedua dalam Indeks Kerukunan Beragama setelah Propinsi Papua Barat.

Untuk itu, Ia harapkan masyarakat Kabupaten Alor hendaknya terus merawat Keharmonisan antar dan inter umat beragama di Kabupaten Alor.

“Hubungan silaturahmi yang harmonis ini harus terus dirawat. Saya bangga ada di Alor. Saya akan beritahu orang bahwa mau belajar Kerukunan datanglah di Kabupaten Alor,” tandas Menteri Agama mengakhiri arahannya.

Peresmian dua gedung tersebut dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan Prasasti oleh Menteri Agama disaksikan oleh Bupati Alor Amon Djobo, Ketua DPRD Alor Enny Anggrek, Forkopimda Kabupaten Alor, para pimpinan dinas/badan dan Sejumlah Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama se Kecamatan Teluk Mutiara.

Untuk diketahui, kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Alor sudah terjalin sejak ratusan tahun lalu, tak heran jika pemeluk Islam ikut membangun gereja dan warga beragama Kristen membantu mendirikan masjid.

Bahkan di salah satu desa, ada Gereja Ismail yang dibangun atas inisiatif warga Muslim.

Dilansir bbc.com, “Bunyi lonceng gereja terdengar di penjuru Kampung Ilawe Desa Alila Timur, sejumlah warga tampak berjalan menuju Gereja Ismail yang berada di tengah desa”.

Nama Ismail bukanlah nama yang ‘lazim’ untuk sebuah gereja. Tetapi menurut sesepuh kampung dan pengurus gereja, nama itu diambil dari orang Muslim yang mendirikan rumah ibadah umat Kristiani itu. (Rilis Humas dan Protokol Setda Alor/Eddy Kaful)

Komentar