oleh

Merajut Tenun Kebangsaan, Damai dari Timur untuk Indonesia

RADARNTT, Kupang – DPD KNPI Kota Kupang menggelar Diskusi Kebangsaan dengan tema “Merajut Tenun Kebangsaan, Damai dari Timur untuk Indonesia”, di Aula Kampus Muhammadiyah Kupang, Sabtu, (14/9/2019). Diskusi ini dirangkai dalam kegiatan rapat kerja daerah (RAKERDA).

Ketua DPD KNPI Kota Kupang, Ebed Yusuf dalam sambutannya mengatakan kaum muda seperti magma dalam perut bumi tentunya dalam positif dapat menyebarkan kesuburan, oleh karena itu kaum muda sebagai tonggak reformasi supaya tidak menimbulkan konflik atau perpecahan.

“Seluruh kaum muda bersama-sama harus membangun toleransi dan menghindari tindakan diskriminasi,” ungkap Ebed Yusuf. Hal ini penting, lanjutnya, karena Kota Kupang sebagai kota cinta kasih maka pemuda memiliki cita-cita luhur untuk berada di garis terdepan untuk menjaga NKRI dimulai dari Kota Kupang dan secara umum untuk masyarakat NTT.

Dia menyampaikan terima kasih kepada pemeritah Kota Kupang dan berbagai stakeholder, tentunya untuk Kampus Muhammadiyah Kupang yang telah memberikan support dan pemateri yang telah menyediakan waktu hadir di kegiatan KNPI.

Ketua KNPI Provinsi NTT, Hermanus Boki, meyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu langkah untuk menunjukkan bahwa Kota Kupang sebagai salah satu contoh dan miniatur toleransi di Indonesia. “Kami mengharapkan peserta diskusi mampu memberikan kontribusi pikiran dan paling tidak sekecil apapun itu dapat memberi dampak,” ujarnya.

Hery Boki, sapaan karibnya menegaskan kegiatan ini memiliki poin tesendiri untuk memberi input bagi forum RAKERDA. Oleh karena itu, dia berharap progam kerja dapat dirumuskan secara baik untuk kebutuhan satu periode ke depan. “Selamat berproses dalam diskusi dan rapat kerja nanti,” tandasnya.

Rektor Muhammdiyah Kupang, Dr. Zainur Wula, M.Si turut hadir dan membuka kegiatan Diskusi Kebangsaan.

“ini pertama kali saya hadir dan diberi kesempatan untuk membuka kegiatan yang bermartabat, dari kaum muda untuk Indonesia, dari sejarah apapun berdirinya suatu negara itu utama ialah anak muda baik dalam maupun luar negeri”, ujar Rektor.

Dia mengisahkan bahwa hari ini kelompok anak muda di jaman sekarang mulai melemah untuk maju ke depan. Oleh karenanya setiap orang muda harus memberi kontribusi, melalui pemikiran dan aksi nyata di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Rektor  Zainur Wula mengharapkan kegiatan ini harus terus dikembangkan. “Kita perlu merajut bersama kebersamaan, peristiwa hari ini sangat saya mendukung, karena kita memiliki keberagaman sebagai kekayaan bangsa ini dan untuk itu kita perlu mengisi pembangunan bangsa dan daerah ke depan,” harapnya. (Yo/RN)

Komentar