oleh

OJK NTT Gelar Literasi Keuangan Bagi UMKM di Matim

Foto : Kepala OJK NTT Robert H. P. Shianipar didampingi Sekda Manggarai Timur saat memantau mini expo UMKM di Matim

 

RADARNTT, Borong – Dalam upaya meningkatkan literasi keuangan kepada masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Literasi Keuangan di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur.

Pelaksanaan literasi keuangan bagi pelaku UMKM ini dilakukan melalui mini expo, di aula Kantor Camat Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Jumad, (20/06/2019).

Kepala OJK Provinsi NTT, Robert H. P. Shianipar mengatakan UMKM memiliki peran yang sangat penting untuk memperkuat ekonomi nasional. Sehingga sangat penting bagi pelaku UMKM memahami investasi keuangan yang sehat agar tidak menjadi korban investasi bodong yang semakin marak di wilayah NTT.

“Ini yang kedua kami lakukan edukasi keuangan di Kabupaten Manggarai Timur. Sebelumnya pada tahun 2017 lalu bekerjasama dengan Bank NTT Cabang Borong melakukan memberikan pendidikan keuangan bagi 200 pelajar SMK/SMA di Manggarai Timur,” ungka Robert.

Robert mengatakan di tengah geliat berkembangnya UMKM di Indonesia, tidak menutup kemungkinan UMKM yang ada dapat dikembangkan menjadi usaha yang besar. Namun, salah satu kendala yang ditemui oleh pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya adalah keterbatasan modal usaha yang dimiliki.

Saat ini, kata dia, sangat banyak lembaga keuangan yang dapat dimanfaatkan untuk pinjaman modal usaha. Namun,untuk mendapat dana pinjaman, pelaku UMKM di Kabupaten Manggarai Timur tentu UMKM harus memenuhi berbagai persyaratan.

Pada kesempatan yang sama Sekretaris Daerah Manggarai Timur Bonifasius Hasudungan menyampaikan apresiasi kepada OJK Provinsi NTT yang telah memberikan penguatan literasi keuangan bagi UMKM di Kabupaten Manggarai Timur.

Menurutnya, sangat penting memberikan pendidikan keuangan bagi pelaku UMKM di Manggarai Timur. Apalagi banyak beredar investasi bodong di Kabupaten Manggarai Timur.

“Kita harapkan jangan sampai UMKM di Manggarai Timur menjadi korban investasi Bodong. Sehingga melalui edukasi keuangan dari OJK mampu meminimalisir pelaku UMKM menjadi korban investasi bodong”, kata Bonifasius. (Mhen/RN)

Komentar