oleh

Okto Naitboho: Saya Sangat Teliti, Ketat Dan Kurang Percaya Kepala Seksi

Foto: Okto Naitboho Kepala Bidang Pendidikan Dasar Kota Kupang

RADARNTT, Kupang – Banyak pejabat sudah diganti namun pengelolaan dana BOS masih juga menjadi kontroversi dan pungutan di beberapa sekolah tetap terus terjadi. Itulah fenomena yang terjadi pada dunia pendidikan dasar Kota Kupang.

Menyangkut hal itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Kota Kupang Okto Neitboho saat ditemui wartawan mengatakan, “Saya dianggap sangat kaku dan arogan oleh beberapa kepsek dalam meneliti Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah”  (Kamis, 18/07/2019).

Ia menyambung, “Saya sangat teliti, ketat bahkan kepada kepala seksi sekalipun saya kurang percaya, karena juknis Permendikbud No.18 Tahun 2019 tentang petunjuk penggunaan dana BOS reguler dalam hal ini saya ketua pelaksana/manager dana BOS Kota harus men-sahkan, kemudian setelah disahkan harus diamati secara baik, apabila ada indikasi penyimpangan terhadap aturan maka saya akan kena (disalahkan) untuk itu saya perketat.”

Lebih lanjut dikatakan, “Di dalam RKAS saya teliti item per item. Terkait dengan peserta didik baru, hanya dua item yang diperbolehkan untuk membebani para orang tua yaitu pakaian olahraga dan pakaian batik sedangkan kartu perpustakaan, sampul rapor dan buku pembimbing dibebankan kepada dana boss sehingga jika ada punggutan selain dua item yang disebutkan tadi maka itu merupakan penyimpangan dan tidak akan pernah ditolerir.”

“Jadi kebutuhan operasional siswa sepanjang dibiayai oleh dana BOS akan dikawal dalam perumusannya,” ucap Naitboho.

Temuan RADARNTT dalam sebuah kuitansi tertanggal 24 Juni 2019 dan ditandatangani oleh seorang guru yang berinisial LRH, mengajar di salah satu SMP Negeri Kota Kupang yang tetap menuntut pembayaran uang sampul rapor K 13, Kartu siswa, kartu perpustakaan, lokasi sekolah dan buku konseling dari masing-masing peserta didik baru sebesar tigaratus lima puluh ribu rupiah menjadi pertanyaan publik, hingga berita ini diturunkan tim media berupaya melakukan penelusuran sekaligus mengkonfirmasi beberapa pihak terkait hal ini. (VH/SET/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan