oleh

Pahami Perubahan Regulasi Pencalonan Pemilihan 2020

RADARNTT, Jakarta – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Evi Novida Ginting Manik mengingatkan jajarannya, untuk mempelajari kembali aturan yang tertuang dalam Undang-undang (UU) maupun Peraturan KPU (PKPU).

Pada penyelenggaraan Pemilihan 2020 sendiri terdapat perubahan seperti pada formulir pencalonan perseorangan dimana sebelumnya (pada 2018) B.1.KWK perseorangan dan kolektif sementara yang saat ini digunakan B.1.KWK perorangan tidak kolektif. “Menghindari adanya manipulasi dukungan karena kolektif ini ternyata juga setelah kita verifikasi administrasi banyak yang ganda internal, adanya manipulasi tandatangan, itu terjadi pada pemilihan sebelumnya,” ujar Evi saat mengisi sesi pemaparan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Pencalonan (Silon) Gelombang III, Sabtu (23/11/2019).

Pada kesempatan itu, masih terkait formulir, Evi juga menjelaskan bahwa dalam satu formulir surat dukungan nantinya juga ditempel dengan fotokopi KTP Hal ini dimaksudkan agar kerja penyelenggara dapat lebih mudah. “Karena tidak lagi terpisah antara surat dukungan dengan KTP-nya,” lanjut Evi.

“Maka penting sekali bagi kita semua mengenal formulir apa yang akan digunakan pada proses pencalonan perseorangan.

Wanita asal Medan juga berpesan agar pemahaman mengenai pendaftaran calon juga bisa dikuasai oleh para peserta pemilihan. “Ajari bagaimana Silon, beri pemahaman, pastikan mereka juga mendukung Silon kita ini, sehingga nanti ketika masuk pada tahapan mereka juga sudah tertib, sudah mampu kemudian kita akan mendapatkan efeknya yaitu pekerjaan kita semakin ringan dan tertib,” tambah Evi.

“Disamping itu kita (KPU) juga mendampingi, membimbing mereka memberikan pemahamannya dengan membuka helpdesk di setiap Provinsi, kabupaten/kota bahkan  meminta mereka datang kekantor KPU untuk  diberikan pemahaman atau sosialisasi terhadap sistem informasi pencalonan ini bila perlu diundang sekali untuk diberikan bimtek”, tutup Evi. (TIM/RN)

 

(Sumber: humas kpu ri)

Komentar