oleh

Pastor Paroki Borong Himbau Umatnya Tolak People Power

Foto :  Jhon Mustaram

RADARNTT, Borong – Pastor Paroki Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) Romo Jhon Mustaram meminta umatnya agar tak terprovokasi dengan isu people power menjelang pengumuman hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang.

“Saya selaku tokoh agama sama sekali tidak mendukung dengan gerakan yang disebut people power, Pemilu telah usai, maka sepenuhnya kita percayakkan dengan KPU dan Panwas untuk mereka bekerja lebih tenang sehingga menumumkan hasil pada waktunya”, kata Romo Jhon.

Menurutnya gerakan people power merupakan sebuah pemberontakan terhadap pemerintah yang sah, karena itu Romo Jhon mengatakan sebagai masyarakat percayakan sepenuhnya kepada pihak keamanan untuk menjaga stabilitas NKRI ini.

“Menurut saya gerakkan people power itu adalah pemberontkan terhadap pemerintahan yang sah. Karena itu kita percayakan TNI dan Polri untuk mengamankan persoalan itu”, tuturnya.

Jhon meminta agar rakyat jangan ikut terprovokasi dengan isu gerak people power itu. “Sementara itu rakyat jangan ikut terpengaruh dengan isu people power itu”, katanya.

Senada dengan Romo Jhon, tokoh muda NU Matim Muhammad Akbar, juga mengatakan sikap menolak dengan keras gerakan massa atau people power, dalam bentuk apapun.

“Kita pemuda NU juga secara tegas menolak ya, apapun bentuknya, apakah dengan turun ke jalan atau ke KPU atau dengan cara-cara lainnya. Kita tolak,” ujar Akbar kepada radarNTT, 19 Mei 2019.

Menurut dia, apapun dalihnya, people power akan merugikan masyarakat itu sendiri. Selain itu, gerakan massa apalagi berkaitan dengan penolakan hasil Pemilu, juga bertentangan dengan konstitusi.

“Karena itu, saya mengimbau kepada masyarakat, khususnya tokoh muda di Manggarai Timur untuk tidak terprovokasi dengan gerakan – gerakan yang justru menghancurkan bangsa Indonesia”, kata Akbar. (Mhen/RN).

Komentar