oleh

Pemerintah Desa Beo Rahong Buat Pupuk Bokasi untuk Masyarakat

RADARNTT, Ruteng – Pembuatan pupuk bokasi merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa Beo Rahong yang sudah direncanakan tahun sebelumnya melalui usulan pada musyawarah bursa inovasi tingkat kabupaten.

Demikian tutur Plasidius Harun Pejabat Desa Beo Rahong saat pembukaan pelatihan pembuatan pupuk bokasi yang dilaksanakan di Kantor Desa Beo Rahong, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Rabu, (18/12/2019).

Dikatakan Plasidius, kegiatan pelatihan pembuatan pupuk bokasi itu merupakan bagian dari dukungan pemerintah desa untuk meningkatkan mutu pertanian bagi masyarakat petani di desa itu.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah desa Beo Rahong untuk mendorong semangat masyarakat dan bertujuan meningkatkan kwalitas mutu dan hasil di sektor pertanian,” jelas Plasidius.

Menurut Plasidius, pilihan pelatihan pupuk bokasi untuk kelompok tani bertujuan untuk memberi pemahaman dan bekal terkait pentingnya manfaat potensi yang ada di desa itu.

“Dengan pelatihan ini kelompok tani tidak bergantung pada pupuk kimia, oleh karenanya dengan ilmu yang telah didapat bisa manfatkan potensi limbah rumah tangga yang ada untuk di kelola jadi pupuk” jelasnya lagi

Kesempatan yang sama disampaikan Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) Kecamatan Ruteng Eduardus Harbu, mengatakan kegiatan pelatihan yang dilaksanakan merupakan implementasi UU No 6 Tahun 2014 dan Permendes 11 Tahun 2019, tentang prioritas pengunaan dana Desa di bidang pemberdayaan

“Kegiatan ini merupakan implementasi UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Permendes 11 Tahun 2019, tentang prioritas pengunaan dana Desa di bidang pemberdayaan,” jelas Eduardus

Dikatakan Eduardus kegiatan pelatihan itu merupakan hasil komitmen desa dalam kegiatan Bursa inovasi di tingkat Kecamatan, dan merupakan komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan Perekonomian masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan.

“Kegiatan pelatihan ini merupakan komitmen desa untuk meningkatkan perekonomian desa, karena hasilnya masyarakat bisa membuat pupuk secara mandiri dengan menggunakan bahan lokal,” terang Eduardus

Eduardus Berharap dengan kegiatan pelatihan itu masyarakat desa Beo Rahong mendapatkan materi dan ilmu yang baru dalam proses bercocok tanam demi meningkatkan pola hidup sehat dan mengentas kemiskinan serta mencegah stunting.

Untuk diketahui, pelatihan pembuatan pupuk bokasi itu dibuat dari bahan lokal yang sederhana dengan cara di hancurkan denga bantuan mesin giling, sedangkan nara sumber kegiatan didatangkan dari mentor yang berpengalaman yaitu LSM Ayo Indonesia yang berkantor di Langke Rembong. (AJ/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan