oleh

Pemerintah Provinsi NTT Target Bauran Energi Primer Bersumber dari EBT

-Berita, News-576 views

RADARNTT, Kupang – Potensi energi baru terbarukan (EBT) yang sangat besar dan beragam di provinsi NTT akan dijadikan dasar rencana pengembangan energi dalam penyusunan rencana umum energi daerah provinsi (RUED-P) untuk mencapai target bauran energi primer paling sedikit 31 persen pada 2050.

Demikian hal ini ditegaskan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, dalam pembacaan tanggapan Gubernur NTT terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD NTT atas pengajuan Ranperda tentang RUED-P NTT tahun 2019-2050, di Rapat Paripurna, Senin, (22/7/2019).

“Penyusunan RUED-P NTT dilakukan berdasarkan prosedur sebagaimana diamatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 1 tahun 2014 tentang pedoman penyusunan rencana umum energi nasional (RUEN) dan Peraturan Presiden Nomor 22 tahun 2017 tentang RUEN”, tegas Nae Soi.

Menurut dia, pengembangan potensi energi ini disesuaikan dengan rencana pengembangan potensi EBT dalam RUEN yaitu paling sedikit 23 persen dari total bauran energi primer pada tahun 2025 dan paling sedikit 31 persen pada tahun 2050.

Dia juga menjelaskan ada potensi energi baru terbarukan dari jenis energi air di NTT sebesar 53 megawatt yang diambil dari rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL), dimana potensi ini hanya sebesar 8,5 persen dari total potensi yang tercantum dalam RUEN untuk kondisi Bali, NTB dan NTT sebesar 624 megawatt.

Ia menekankan bahwa pemerintah sependapat dengan fraksi-fraksi bahwa potensi EBT di NTT khususnya panas bumi harus terus dikembangkan agar masyarakat dapat menikmati listrik sampai ke pelosok pedalaman.

“Pemerintah juga bertekad agar pada daerah- daerah yang memiliki sumber energi panas bumi cukup besar akan dibangun lagi pembangkit listrik tenaga panas bumi selain yang sudah ada, dengan menggandeng investor swasta dan melibatkan masyarakat di sekitar lokasi pembangunam tersebut sesuai dengan kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang ada di daerah”, pungkas Nae Soi. (TIM/RN)

Komentar