oleh

Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara Lokasi Ibu Kota Negara

RADARNTT, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan lokasi ibu kota baru Republik Indonesia terletak di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Hal itu disampaikan Presiden dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (26/8/2019), yang disiarkan langsung oleh Berita Satu News Channel.

Dilansir Beritasatu.com Presiden Jokowi menyebutkan, pemindahan ibu kota menelan biaya Rp 460 triliun. Salah satu alasan pemindahan ibu kota adalah beban yang ditanggung Pulau Jawa dan Jakarta.

Sebelumnya, saat menyampaikan pidato kenegaraan pada sidang bersama DPD dan DPR, 16 Agustus 2019, Presiden Jokowi telah meminta izin kepada anggota DPD dan DPR, sesepuh, tokoh bangsa, dan terutama seluruh rakyat Indonesia untuk memindahkan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan.

“Ibu kota bukan hanya simbol identitas bangsa, tetapi juga representasi kemajuan bangsa, serta untuk mewujudkan pemerataan dan keadilan ekonomi,” katanya.

Sebelumnya, dilansir bbc.com, rencana pemindahan ibu kota negara dikemukakan ketika data menunjukkan Jakarta tenggelam rata-rata 1-15cm per tahun. Hampir setengah kota sekarang berada di bawah permukaan laut.

Kota ini terletak di tanah berawa dan Laut Jawa terus mengikisnya, sementara 13 sungai mengalir melaluinya.

Selain itu, kemacetan Jakarta sudah sangat terkenal seantero dunia. Pada 2016, sebuah survei menunjukkan bahwa Jakarta merupakan kota dengan tingkat kemacetan terburuk di dunia.

Para pejabat pemerintah bahkan harus dikawal oleh konvoi polisi agar sampai di tempat pertemuan tepat waktu.

Jakarta ditambah daerah-daerah penyangganya memiliki populasi 30 juta. Namun, hanya sekitar 2-4% dari air limbahnya yang diolah.

Ibu kota baru pun akan membutuhkan area seluas 30.000 hektare hingga 40.000 hektare untuk menampung sekitar 900.000 hingga 1,5 juta orang. (YL/TIM/RN)

Komentar