Januari 22, 2021
oleh

Pendidikan Non Formal Membangun SDM Unggul

RADARNTT, Kupang – Pendidikan Non Formal memiliki keunggulan dari aspek fleksibilitas waktu dan kualitas pembelajaran life skills bagi masyarakat menjadi penekanan utama yang terus dikembangkan oleh pemangku kepentingan dunia pendidikan.

Demikian hal ini disampaikan Ketua DPW FK-PKBM Provinsi NTT, Aram Kolifai, Rabu (14/8/2019) kepada radarntt.co.

Menurut Aram dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pendidikan non formal lebih mudah diakses oleh semua kalangan karena lebih fleksibel waktu dan tidak kalah kualitas, yang sudah berbasis teknologi dengan menerapkan e-daring.

“Pendidikan non formal saat ini sudah menjadi pilihan utama bagi orang yang memiliki kesibukan tinggi dari sisi waktu”, kata Aram.

Aram mencontohkan beberapa tokoh nasional yang justru lahir dari pendidikan non formal, seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Ketua Perindo Hary Tanoesoedibjo.

“Kita bisa konfirmasi ada banyak orang penting di negeri ini yang menyelesaikan pendidikan menengah atas melalui jenjang pendidikan non formal”, ungkap Aram.

Pendidikan non folmal saat ini, kata Aram, sudah banyak diminati orang yang mempunyai kesibukan tinggi dan memilih jalur pendidikan ini yang tidak kalah kualitasnya. Karena saat ini pendidikan non formal sudah berbasis teknologi informasi melalui e-daring, pendidikan vokasi dan literasi sebagai basis utama.

“Kita berharap pemerintah memberikan perhatian serius, agar pendidikan non formal juga difasilitas anggaran yang cukup untuk meningkatkan kualitas SDM unggul”, tegas Aram.

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 2 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan non formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara berjenjang dan terstruktur.

Pendidikan non formal adalah jalur pendidikan yang tujuannya untuk mengganti, menambah, dan melengkapi pendidikan formal. Pendidikan ini dapat diselenggarakan oleh lembaga khusus yang ditunjuk oleh pemerintah dengan berpedoman pada standar nasional pendidikan.

Dan karena berpedoman pada standar nasional pendidikan maka hasil dari pendidikan non formal tersebut dapat dihargai setara dengan pendidikan formal.

Pada dasarnya dalam pendidikan non formal terdapat dua tujuan utama, yaitu;

  • Untuk memenuhi kebutuhan belajar tingkat dasar. Misalnya pengetahuan tentang alam, pendidikan keaksaraan, pengetahuan kesehatan dan gizi, pengetahuan umum dan kewarganegaraan, dan sebagainya.
  • Untuk keperluan pendidikan lanjutan melengkapi pendidikan tingkat dasar dan pendidikan nilai-nilai hidup. Misalnya meditasi, pendidikan kesenian, pengajian, sekolah minggu, dan lain-lain.

Seperti kita ketahui, setiap individu membutuhkan pendidikan dan pembelajaran di dalam hidupnya sepanjang hayat. Dengan mendapatkan pendidikan di luar sekolah, setiap individu dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru yang bermanfaat bagi perkembangan dirinya.

Namun, cukup banyak anak yang tidak mendapatkan akses pendidikan karena berbagai alasan. Misalnya karena kurangnya kesadaran dari orang tua akan pentingnya pendidikan, keterbatasan biaya, diskriminasi gender, dan lainnya.

Hal inilah yang menjadi salah satu tujuan diadakannya pendidikan di luar sekolah, yaitu untuk memberikan akses pendidikan bagi anak yang tidak sekolah atau putus sekolah.

Jalur pendidikan di luar sekolah ini dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, diantaranya adalah:

1. Lembaga Kursus dan Pelatihan

Lembaga kursus dan pelatihan adalah pendidikan non formal yang diselenggarakan oleh sekelompok masyarakat untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental tertentu kepada peserta didik

2. Kelompok Belajar

Kelompok belajar adalah pendidikan non formal yang terdiri dari sekelompok masyarakat yang saling berbagi pengalaman dan kemampuan satu sama lain.

Tujuan dari kelompok belajar ini adalah untuk meningkatkan mutu dan taraf hidup setiap anggota kelompok belajar.

3. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat

Menurut Sutaryat, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat adalah pendidikan non formal yang berfungsi sebagai tempat untuk belajar dari/ oleh/ dan untuk masyarakat.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, hobi, dan bakat anggota masyarakat sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya.

4. Majlis Ta’lim

Majlis Ta’lim adalah pendidikan non formal yang diselenggarakan oleh masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap hidup, yang berhubungan dengan agama Islam.

5. Satuan Pendidikan Sejenis

Ini adalah pendidikan non formal yang dilakukan oleh masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, dimana cakupannya luas dan memerlukan landasan hukum.

Visi “SDM Unggul Indonesia Maju” yang diusung Presiden Joko Widodo saat ini mestinya juga memberikan perhatian serius pada pendidikan non formal sebagai jalur pendidikan utama dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk membangun bangsa. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan