oleh

Pengurus Wilayah Perempuan Bangsa Berbagi Cinta

RADARNTT, Kupang – Ketua Dewan Pengurus Wilayah Perempuan Bangsa Provinsi NTT, Grace F.P. Ndoen bersama-sama rekan pengurus melakukan kunjungan persahabatan dan menyerahkan bingkisan Natal kepada Perkumpulan Tuna Daksa Kristiani (PERSANI) NTT di Sekretariat PERSANI Jl. Oelon III Kelurahan Sikumana Kota Kupang, Senin (16/12/2029).

Rombongan pengurus Perempuan Bangsa diterima oleh Ketua PERSANI, Serafina Bete dan rekan-rekan anggota PERSANI yang berjumlah kurang lebih 25 orang sekaligus menerima bingkisan Natal dengan penuh sukacita.

Selain berfoto bersama Ketua Perempuan Bangsa juga memperkenalkan profil Perempuan Bangsa sebagai Organisasi Perempuan sayap partai dari PKB yang aktif berjuang untuk kepentingan masyarakat khususnya kebutuhan Perempuan dan Anak termasuk penyandang disabilitas.

“Perempuan Bangsa tidak memandang disabilitas sebagai suatu kekurangan tapi melihatnya sebagai kemampuan yang berbeda sehingga harus mendapatkan perhatian dan mendorong agar kemampuan-kemampuan yang tersembunyi itu bisa terus digali dan dimunculkan sehingga menjadikan pemilik kemampuan berbeda tersebut menjadi bernilai dan berguna ditengah masyarakat,” ungkap Grace F.P. Ndoen.

Usai kunjungan, kepada media ini Grace F.P. Ndoen mengatakan, selama ini pembinaan kelompok disabilitas oleh pemerintah sudah menjangkau kepada hak-hak penyandang disabilitas dalam pelayanan publik seperti kesehatan, pendidikan dan infrastruktur yang ramah disabilitas. Namun, belum sampai kepada memandirikan penyandang disabilitas dalam hal ekonomi.

“Kami sarankan kedepannya agar perkumpulan penyandang disabilitas bisa mendirikan wadah untuk kegiatan permodalan seperti koperasi. Sehingga memudahkan akses modal usaha bagi anggota yang mau menjalankan usaha sesuai dengan pelatihan-pelatihan kewirausahaan untuk penyandang disabilitas yang dilaksanakan oleh pemerintah atau usaha sesuai dengan hobi dan kemampuan anggota,” saran Grace F.P. Ndoen.

Karena menurutnya stigma penyandang disabilitas bukan saja dianggap memiliki kekurangan fisik di tengah masyarakat, tetapi juga stigma tidak layak mengakses permodalan di lembaga keuangan. Stigma seperti ini yang harus dihapus oleh masyarakat maupun keluarga.

“Sehingga perlu pemerintah hadir untuk langsung memberikan bantuan permodalan kolektif bagi perkumpulan penyandang disabilitas untuk dapat mendirikan badan usaha milik bersama dan mereka bisa menjadi komunitas yang mandiri,” pinta Ketua Perempuan Bangsa Wilayah NTT.

Dia juga menyampaikan rencana kedepannya Perempuan Bangsa siap bermitra dengan PERSANI untuk memfasilitasi pelatihan kewirausahaan dan pendampingan wirausaha bagi penyandang disabilitas. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan