oleh

Percepat Pembangunan Infrastruktur Pemprov NTT Ajukan Pinjaman Daerah

RADARNTT, Kupang – Merealisasikan percepatan pembangunan infrastruktur, terutama jalan provinsi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pemerintah berencana mengajukan pinjaman daerah dengan mekanisme stand by loan.

Demikian hal ini disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam pengantar Nota Keuangan Rancangan APBD Provinsi NTT tahun anggaran 2020, di Sidang Paripurna DPRD NTT, Kamis (24/10/2019) malam.

“Urgensi pinjaman daerah didasarkan atas pertimbangan kebutuhan daerah yang strategis, sementara kemampuan keuangan daerah terbatas,” kata Gubernur Laiskodat.

Untuk itu, lanjut Laiskodat, pemerintah telah menyampaikan surat nomor BU.900/89/KEUDA/2019 tanggal 9 Oktober 2019 perihal permohonan pengajuan pinjaman daerah beserta dokumen pendukung kepada pimpinan DPRD untuk dibahas sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Besaran pinjaman yang diajukan sebesar Rp 900 miliar yang akan dialokasikan dalam dua tahun anggaran, sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2018 tentang Pinjaman Daerah, yang diarahkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur,” terang Viktor Laiskodat.

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD NTT, Alex Ofong menegaskan bahwa pinjaman daerah sudah tepat untuk mengatasi gap atau kesenjangan fiskal daerah dengan kebutuhan untuk menjawab target RPJMD dan ini sejalan dengan spirit percepatan pembangunan infrastruktur.

“Saya yakin teman-teman DPRD searas dengan spirit percepatan pembangunan infrastuktur sehingga dapat menyetujui pengajuan pinjaman daerah oleh Pemprov,ungkapnya, Jumat (25/10/2019) siang.

Menurutnya sesuai pengalaman selama ini dalam pembahasan di DPRD semua anggota berkeinginan agar segera terbangun infrastruktur, terutama jalan provinsi di setiap daerah.

“Kita punya harapan yang besar tetapi memiliki keterbatasan fiskal, sehingga solusi pinjaman daerah untuk infrastruktur bisa mejembatani gap ini,” tegas Alex Ofong.

Namun, kata dia, perlu didahului kajian teknis yang matang agar tidak menuai masalah dikemudian hari dan bisa diselesaikan pengembalian pokok dan bunga pinjaman. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan