oleh

Plt. Kadis Dukcapil Kota Kupang Bantah E-KTP Butuh Waktu Lama

RADARNTT, Kupang – Harun S. Baok warga Kelurahan Naikoten 1 dan beberapa masyarakat lainnya mengeluh karena proses pengurusan E- KTP memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Slipnya sudah berstatus Print Ready Record (PRR) sejak Tanggal 1 Maret 2018 dan baru dapat dicetak pada hari ini. Hal itu pun berkat bantuan Ombudsman RI, perwakilan Provinsi NTT setelah ia melaporkan ketidakpuasannya terhadap kinerja Dukcapil Kupang, Demikian pernyataan Harun di kediaman saudaranya (Jumat,  12/04/2019).

Ia menuturkan,” Tanggal 1 Maret 2018 slipnya mendapat status PRR dan jawaban dari salah satu pegawai Dukcapil yang menyuruhnya untuk datang kembali tahun depan karena pengurusannya membutuhkan waktu 1 tahun. Bulan Desember 2018 saya pergi cek tapi kata petugas KTP sudah ada tetapi blangkonya habis dan mesin cetak rusak.

Awal Maret 2019 dirinya (Harun S. Baok) diminta memasukan ulang slip dan Kartu Keluarga (KK) dan dijanjikan oleh petugas akan ditelpon apabila sudah dicetak E-KTP tetapi tak kunjung dihubungi. dan pada Hari Jumat Tanggal 13 April 2019 ia mengecek di Lapangan Kantor Walikota tetapi kata petugas pendistribusian E-KTP datanya yang sudah direkam belum ada sehingga E-KTP belum diproses.

Saya merasa tidak puas dengan pelayanan publik seperti ini sebab menghambat semua rencana, imbuh Harun.

Angela Tamo Inya, S.IP Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk

Sementara itu Angela Tamo Inya, S.IP Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk saat dikonfirmasi RADARNTT pada Jumat kemarin (12/04/2019) mengatakan, “Kendala utama dalam proses pembuatan E-KTP ialah kelangkaan blangko, masyarakat melakukan perekaman lebih dari satu kali, rekam dengan NIK (Nomor Induk Keluarga) yang berbeda-beda.”

“Masalah utamanya kelangkaan blangko, disamping itu, jika Tarkomdak, perekaman lancar dan blanko ada namun ketika masukan NIK tidak tampil data elektroniknya berarti ada sesuatu; bisa saja yang bersangkutan menggunakan NIK lebih dari satu atau bisa juga pernah melakukan perekaman di tempat lain jadi banyak hal yang mempengaruhinya jadi pastinya bisa langsung ke dispenduk untuk klarifikasi,” jelasnya.

Pada Tanggal 25 Juni 2018 Dukcapil Kota Kupang mendapatkan tambahan blangko sebanyak 16.000 lembar. Tanggal 30 Agustus 2018 stock blangko habis. Kemudian digunakan untuk pencetakan E-KTP sebanyak 1.000 keping dan Tanggal 29 Agustus 2018 status E-KTP yang sudah dicetak atau sudah masuk dalam Print Ready Record sebanyak 19.000.

Tanggal 28 Januari 2019 Dukcapil Kabupaten Kupang temukan 100.000 data kependudukan ganda dan tanggal 31 Januari 2019 Dinas Dukcapil Kota Kupang mendapat 10.000 blangko E-KTP dan pada Tanggal 23 Maret 2019 Plt. Kadis Dukcapil Agus Ririmasse menyatakan ‘stok blangko selalu aman tersedia.’

“Yang bilang lambat siapa? KTP sekarang tidak lambat, prosesnya cepat, pelayanannya sudah sangat cepat; datang ke Dukcapil pasti sudah ada,” tegas Agus dalam tulisannya di WhatssAPP kepada RADARNTT pada Hari Jumat Kemarin Tanggal 12 April 2019. (VINSEN/SET/RN)

Komentar