oleh

PMKRI Cabang Kupang Menyebut Ustadz Abdul Somad Mengganggu Keutuhan Bangsa

Foto : Ketua PMKRI Cabang Kupang (tengah) Berpose Bersama Dengan Pengurus Lainnya

RADARNTT, Kupang – Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan beragam budaya dan agama. Keberagaman yang dimiliki adalah anugerah atau berkah yang patut disyukuri sebagai seni dalam hidup bersama. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah kerangka tepat dalam menyatukan beragam perbedaan. Tentunya segala bentuk dinamika yang terjadi dalam pusaran bangsa tidak seharusnya menjadi alasan pemicu perpecahan di antara warga negara dan bukti nyata bahwa Indonesia kuat dan kokoh dalam semangat persatuan dan kesatuan. Setiap kita yang lahir dari rahim NKRI harus memiliki kesadaran dalam membela kedaulatan bangsa tanpa memandang suku, agama, ras dan golongan.

Merdeka sekali merdeka! Tidak ada kemerdekaan di atas kemerdekaan. Apabila ujaran segelintir orang dengan niat merongrong keutuhan bangsa maka sebagai anak bangsa yang menyandang status sebagai pemuda wajib dan layak menepis dengan cara dan solusi yang solutif.

Dengan semangat kemerdekaan yang aman sentosa kita bernafas kebebasan. Kemerdekaan bukan membutakan nalar sadar kita, kemerdekaan bagi semua komponen bangsa adalah tanggung jawab dalam menjaga kedaulatan bangsa. Menghargai, mengayomi, dan sikap toleransi merupakan asas kemerdekaan yang hakiki. Dengan demikian segala bentuk ujuaran kebencian terhadap sesama (individu dan kelompok) serta tindakan yang penyimpang dengan maksud mengganggu keutuhan bangsa harus disikapi secara serius oleh semua komponen.

Ditengah sukacita memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke 74, suasana euforia, dan momentum reflektif anak bangsa serentak terkeruh oleh viralnya penggalan konten video ceramah Ustadz Abdul Somad dijagad media sosial ‘youtube’ yang melukai hati sebagian umat di negara yang majemuk ini. Indonesia berdiri sebagai negara yang majemuk merupakan manifestasi dari perjuangan seluruh anak bangsa yang terdiri dari banyak suku, etnis, agama dan budaya yang turut mengambil andil dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini menjadi sebuah negara yang berdaulat.

Berdasarkan uraian di atas, kami PERHIMPUNAN MAHASISWA KATOLIK REPUBLIK INDONESIA (PMKRI) Cabang Kupang menyampaikan beberapa hal penting terkait dakwaan yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Somad (UAS), sebagai berikut :

Bagi PMKRI cabang Kupang, konten ceramah Ustadz Abdul Somad yang menyinggung simbol sakral agama Katolik adalah bentuk sikap intoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ditengah kemajemukkan yang harus diterima secara konsekuen oleh segenap tumpah darah Indonesia dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. Sehingga dalam peristiwa ini, patut kami sematkan Ustadz Abdul Somad sebagai teroris yang menjadi momok terhadap kerukunan kehidupan antar umat beragama.

PMKRI mendesak Negara untuk mengambil sikap tegas terhadap segala bentuk intoleransi yang menggerogoti keutuhan NKRI dan dapat menimbulkan gejolak serta perpecahan antar bangsa untuk menghindari terjadinya konflik horizontal.

Mendesak Mabes POLRI untuk segera memanggil Ustadz Abdul Somad untuk dimintai keterangan klarifikasi dan pertanggungjawaban atas materi penistaan terhadap simbol agama Katolik dalam video yang beredar dipublik.

Pernyataan Ustadz Abdul Somad tentang Salib sebagai “Jin Kafir” adalah pernyataan yang sesat, dan sangat tidak pantas keluar dari mulut seorang pemuka agama terpandang di negeri ini. Oleh karena itu kami meminta Ustad Abdul Somad menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik khususnya umat katolik yang terlukai perasaannya.

Menghimbau kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk tetap tenang, bersikap arif serta tidak terprovokasi dengan konten video yang tidak terpuji ustadz Abdul Somad.

Bagi Kami yang beragama Katolik, salib adalah simbol cinta dan keselamatan. Akan besar cinta Allah terhadap manusia, Yesus diutus untuk menebus segala dosa, darinya kita memperoleh kemenangan dan penebusan. Oleh karenanya salib tidak sekedar ornamen atau simbol tanpa makna, salib memiliki nilai luhur dan daya magis.

Sebab dengan salib kita memperoleh keselamatan dan pembebasan untuk itu. Apa yang dikatakan Ustadz Abdul Somad adalah tidak tepat bila disandingkan dengan jin kafir.

Kejadian ini sebagai pelajaran anak bangsa, untuk tetap berwaspada, disiplin tutur dan sikap, agar kita senanitasa hidup dalam kedamaian dengan semangat kebinekaan.

Demikian pernyataan sikap ini kami buat demi mempertahankan keutuhan dan kesatuan bangsa ditengah kemajemukan sebagai harta kekayaan bangsa.

Kupang, 18 Agustus 2019
Hormat Kami,

Adrianus Oswin Goleng
Ketua Presidium

Alexius Easton Ance
Presidium Gerakan Kemasyarakatan

(TIM/SET/R-N)

Komentar