oleh

Polikarpus Do : Literasi Kecakapan Abad 21, Literasi Gerakan Bersama

RADARNTT, Kupang – Ketua Pengurus Wilayah Forum Taman Baca Masyarakat ( PW FTBM) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Polikarpus Do dikupang pada Senin, (11/03/2019) mengatakan Literasi adalah corong, gerbong pintu masuk untuk bagaimana mendorong masyarakat yang memiliki tiga aspek, yakni memiliki kecerdasan intelektual (knowledge) kecerdasan keterampilan (Skill) dan kualitas karakter (etiquette) Literasi merupakan kecakapan abad 21, dimana masyarakat abad 21 harus memiliki sebuah tuntutan pengetahuan yang berdapakan pada perubahan pola hudup melalui tiga aspek literasi dasar, yaitu kompetensi dan kualites karakter (moral), dengan demikian literasi juga merupakan pembelajaran sepanjang hayat dan sumber pengetahuan berketerampilan serta peningkatan kualitas karakter generasi bangsa.

Dalam rangka mendorong generasi yang berliterat, pihaknya terus mengkompanyekan gerakan literasi kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menampilkan dan mengaplikasikan berbagai program seperti gerakan literasi sekolah, gerakan literasi keluarga dan gerakan literasi masyarakat. Gerakan literasi nasional, lanjut Polikarpus itu diimplementasikan dalam berbagai dimensi literasi, ada enam dasar lierasi yang perlu diketahui dan diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat, yakni literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi financial, literasi digital dan literasi budaya.

Lebih jauh dijelaskannya bahwa enam dasar literasi tersebut akan menjadi kekuatan besar atau energi literasi bagi masyarakat, agar masyarakat benar benar berliterat, untuk itu NTT sangat diperlukan dan harus mendorong literasinya dalam berbagai macam program yang dicanangkan dengen membuka akses layanan baca masyarakat. Untuk membuka akses layanan baca masyarakat pihaknya terus mendorong agar masyarakat mebuka taman baca masyarakat ditingkat kelurahan dan desa yang ada diNTT

Ribuan desa di NTT menjadi pontensi tumbuh kembangnya literasi, “ dari sekian desa yang ada di NTT, paling tidak minimal harus memiliki salah satu sarana utama seperti rumah baca, pojok baca, taman baca dan pustaka baca agar akses layanan baca masyarakat itu bisa terpenuhi.” Jelas Polikarpus.

Selain itu kata Direktur PKBM Bintang Flobamora ini, setelah buka akses layanan baca masyarakat perlu pengadaan bahan bacaan bagi masyarakat sesuai dengan kebutuhan, NTT merupakan daerah yang kaya akan potensi, karakteristik, budaya, ekonomi dan pendidikan, denga potensi tersebut, maka kebutuhan masyarakan akan akses baca bisa terpenuhi sesuai kebutuhan. Dirinya mencontohkan misalkan potensi pariwisata, berarti masyarakat tersebut berada didaerah dan lingkunagan wisata, seperti di Labuan Bajo maka disana harus hadirkan sumber sumber bacaan sesuai kebutuhan.

Disinggung soal kesiapan NTT menuju literasi yang berimbas pada infrasttruktur yang memadai sebagai salah satu sarana suksesnya sebuah literasi dipedesaan, dirinya menjelaskan kalau dirinya bersama pegiat literasi selama ini sudah menjali koordinasi dengan bergai pihak seperti pemerintah daerah untuk bergabung dan bergerak bersama membangun literasi di NTT, dirinya berharap agar pemerintah baik provinsi maupun kabupaten kota untuk terus mendorong dan mendukung gerakan literasi demi masa depan generasi NTT yang memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan keterampilan (kecakapan hidup) dan kualitas karakter.(Tim/RN)

Komentar