oleh

Polres Ende Prioritas Lidik Proyek Bermasalah PT. Agogo Golden Group

RADARNTT, Ende – Semestinya Polres Ende lebih memprioritaskan penuntasan indikasi tindak pidana korupsi dalam beberapa proyek pembangunan jalan yang dikerjakan PT. Agogo Golden Group di Kabupaten Ende selama ini, sebab sudah banyak pengaduan masyarakat setempat menyangkut rendahnya mutu pekerjaan.

Demikian tegas Advokat Peradi Meridian Dewanta Dado, dalam rilis tertulisnya diterima radarntt.co, belum lama ini via seluler dari Jakarta.

“PT. Agogo Golden Group dalam proyek-proyek pembangunan jalan yang dibiayai oleh dana rakyat melalui APBD murni tahun anggaran 2016, antara lain Pekerjaan peningkatan ruas jalan Nangaroro-Maunura-Maunori (Kabupaten Ende dan Nagekeo) dengan pagu dana sebesar Rp. 5.283.499.000,-, Pekerjaan peningkatan ruas jalan Ende- Nuabosi (Kabupaten Ende) dengan pagu dana sebesar Rp. 5.386.499.000,- dan Pekerjaan peningkatan ruas jalan Detusoko-Maurole (Kabupaten Ende) dengan pagu dana sebesar Rp. 3.066.999.000,-“, terang Meridian Dado.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Wilayah NTT ini menjelaskan, proyek-proyek pembangunan jalan yang dikerjakan oleh PT. Agogo Golden Group di Kabupaten Ende tersebut pernah ditinjau dan diawasi oleh pihak DPRD NTT pada tahun 2017 dan ditemukan sinyalemen pekerjaan proyek yang asal jadi, sudah rusak parah walau baru setahun selesai dikerjakan, ketidaksesuaian bestek dan spesifikasi serta dugaan manipulasi kontrak maupun RAB.

“Bila Polres Ende mau disebut sebagai Polres yang modern dan terpercaya maka seharusnya sejak tahun 2017 Polres Ende sudah melakukan proses penyelidikan dan penyidikan terhadap ketiga proyek pembangunan jalan oleh PT. Agogo Golden Group itu sebab dari berbagai sinyalemen yang ada maka Pekerjaan peningkatan ruas jalan Nangaroro-Maunura-Maunori, pekerjaan peningkatan ruas jalan Ende-Nuabosi dan pekerjaan peningkatan ruas jalan Detusoko-Maurole diduga kuat sarat dengan praktek penyalahgunaan wewenang dan perbuatan melawan hukum demi memperkaya diri sendiri atau orang lain dan atau suatu korporasi yang menimbulkan kerugian negara”, tegas Meridian Dado.

Menurut dia, rekam jejak PT. Agogo Golden Group dalam proyek pembangunan jalan juga diketahui terbukti sudah tercemar sesuai putusan hakim tipikor pada tahun 2015 dalam kasus korupsi pada paket pekerjaan perbaikan jalan akibat bencana alam tanah longsor pada ruas jalan nasional Aegela – batas kota Ende, Kabupaten Ende tahun anggaran 2015, dengan total kerugian negara sebesar Rp 2.272.126.576,-.

Pada saat itu, kata Meridian Dado, Direktur PT Agogo Golden Group Frengki Ratu Taga selaku Kontraktor Pelaksana dan H. Yoyok Eko Istanto selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dinyatakan terbukti bersalah melakukan perbuatan melawan hukum demi memperkaya diri sendiri atau orang lain dan atau suatu korporasi yang menimbulkan kerugian negara, sehingga keduanya divonis 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

“Rekam jejak busuk PT. Agogo Golden Group dalam tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan jalan tersebut seharusnya bisa membuat Polres Ende lebih responsif dan sigap memproses berbagai pengaduan masyarakat Kabupaten Ende menyangkut proyek-proyek pembangunan jalan bermasalah yang dikerjakan oleh PT. Agogo Golden Group sejak tahun 2016 sampai dengan saat ini”, ungkap Meridian Dado.

Kuasa Hukum Stefanus Bata dan suaraflobamora.com ini menegaskan, dalam catatan kami kiprah Polres Ende dalam menuntaskan kasus-kasus korupsi proyek pengadaan barang dan jasa milik pemerintah di Kabupaten Ende juga sangat minim prestasinya. Sehingga dengan begitu responsifnya Polres Ende dalam memproses laporan pidana dari PT. Agogo Golden Group terhadap Klien kami atas nama Stefanus Bata selaku Wartawan media online suaraflobamora.com terkait pemberitaan di media itu tentang realisasi fisik yang rendah dan keraguan akan mutu jalan pada pembangunan Jalan Propinsi Bealaing-Mukun-Mbazang segmen 2 senilai Rp 14,1 M yang dilaksanakan oleh PT. Agogo Golden Group, menurut kami justru merupakan upaya kriminalisasi atas kemerdekaan pers dalam pengungkapan kasus dugaan korupsi pada proyek pemerintah yang dibiayai oleh dana rakyat.

Bila Polres Ende tetap memproses laporan pidana dari PT. Agogo Golden Group dan berupaya menjerat Klien kami melalui pasal “Dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik”, maka kami akan laporkan hal ini di Divisi Propam dan Irwasum Mabes Polri dengan aduan bahwa Polres Ende telah berupaya menghalangi dan merintangi kemerdekaan pers dalam mengamanatkan karya jurnalistiknya. “Kami juga akan meminta Mabes Polri untuk segera mencopot Kapolres Ende dari jabatannya sebab menurut penilaian publik kinerjanya dalam pengungkapan kasus-kasus dugaan korupsi pada proyek pengadaan barang dan jasa milik pemerintah di Kabupaten Ende juga minim prestasi”, tegas Meridian Dado.

Sebelumnya diketahui, Komisaris PT. Agogo Golden Group Frangky Ratu Taga, Rabu (24/7/2019) resmi melaporkan dua orang inisial SB dan KBB kepada pihak Kepolisian Resort Ende. Komisaris PT. Agogo Golden Group merasa dirugikan dengan pemberitaan yang dilansir salah satu media online (Suara Flobamora) yang dinilai tidak sesuai dengan fakta dan kondisi sebenarnya.

Penasihat hukum Komisaris PT. Agogo Filman Marvin Wiyam Lay mengatakan berita tersebut hoax. Pasal yang disangkakan kepada keduanya adalah pasal 27 ayat 3 no 1 tahun 2008, pasal 3310 junto pasal 55 atau turut serta secara bersama-sama menyebarkan berita bohong. Sementara berdasarkan fakta yang ada PT. Agogo Golden Group sama sekali belum melakukan pengerjaan pada lokasi di Kabupaten Manggarai Timur. (TIM/RN)

Komentar