oleh

Proyek Jalan Wue – Namut sebelumnya Mangkrak, Kini Kembali Di Kerjakan

Foto: Kondisi jalan Wue-Mamut (FXB/RN)

RADARNTT, Bajawa – Proyek Peningkatan Jalan Wue – Mamut yang bermasalah Karena Sudah PHO sebelum selesai dikerjakan kini dalam tahap pengerjaan kembali. Pihak Kontraktor sepekan ini mengerahkan tenaga kerja dengan peralatan untuk melanjutkan pengerjaan saluran. Desa Wue, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Ngada. Sabtu, (09/ 03/ 2019).

Proses pengerjaan saluran mulai rampung. Namun kondisi aspal yang hancur belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Jalan yang baru di kerjakan tertangkap kamera media karena sudah pecah- pecah. Proyek yang sebelumnya mangkrak, Kini kembali dikerjakan.

Pemilik CV Krisma Yohanes Rema kepada media RadarNTT membenarkan bahwa proses pekerjaan peningkatan jalan kembali dilanjutkan kerja. Untuk saat ini sedang di kerjakan, tinggal sedikit. Hari senin atau selasa ini sudah selesai. Terima kasih atas kerja samanya.

Lanjutnya, kemarin anak -anak kerja lapor ke saya bahwa ada anggota Komisi II Kristoforus Loko, S. Fil lewat ke tempat itu dan yang sedang di kerjakan sekarang saluran drainase. Ungkap,Yohanes Rema.

Salah seorang tokoh masyarakat Arnoldus Bhatang yang dihubungi media, Merespons positif niat baik pihak kontraktor untuk mengerjakan proyek yang ditinggalkan pelaksana CV. Krisma Mahdilah.M.N. Dikatakan sebenarnya yang  mengerjakan proyek itu mendapat sub dari CV. Krisma milik Yohanes Rema. Pelaksana CV Krisma, sendiri tak tampak batang hidungnya hingga hari ini pasca di-PHO, sehingga pihak CV. Krisma yang menang tender harus menerima resiko.

“Masyarakat senang karena proyek jalan yang sempat mangkrak dikerjakan kembali. Bagaimana pun ini jalan vital ke Puskesmas ke SD Wue, SMP Natarandang, Pasar, Kantor Desa dan aktivitas lainnya,” jelas Nung Batang.

Meski nanti pengerjaan ulang tak lama lagi selesai tapi pihak kontraktor rupanya belum bisa angkat kaki dari Desa Wue. Diperoleh informasi di lapangan, kontraktor harus juga bertanggung jawab untuk perbaikan jalan rabat sepanjang 300 meter yang selama pengerjaan jalan dilewati kendaraan untuk drop material proyek.

Masalahnya pelaksana pengerjaan proyek ini, sebelumnya sudah membuat pernyataan siap memperbaikan jalan rabat yang sudah hancur sampai berlumpur. Jalan rabat ini menuju obyek vital seperti Gereja, sekolah SD dan TK, Posyandu dan kantor desa.

Kepala Desa Wue Yohanes Don Bosco Lete menjawab media membenarkan adanya pernyataan di atas meterai yang ditandatangani Mahdilah atas nama CV. Krisma.

Pada bulan November tahun lalu, Mahdila menandatangi pernyataan yang intinya menyanggupi untuk perbaikan jalan rabat yang rusak akibat dilewati kendaraan proyek. Saat itu warga keberatan kendaraan proyek lewat di gang yang dirabat itu, namun Mahdilah mengatakan nanti pihaknya perbaiki kembali.

Karena itu, Kepala Desa Wue John Lete minta pihak kontraktor untuk sekaligus memperbaiki kembali jalan rabat sepanjang 300 meter yang kini sudah hancur susuai pernyataan yang ditanda tangan Mahdilah atas nama pihak kontraktor. “Karena bagaimana pun kondisi saat ini menjadi berlumpur sehingga mengganggu aktivitas ke sekolah, gereja, posyandu dan Kantor Desa,” kata John Lete. FXB/ SET/ RN.

Komentar