oleh

Proyek Sarana Air Bersih Desa Oenitas Mubasir, Masyarakat Lapor Kejari.

RADARNTT, Ba’a – Masyarakat Desa Oenitas, kecamatan Rote Barat,Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melayangkan surat pengaduan kepada kepala kejaksaan Negeri Rote Ndao(Kejari) atas rasa ketidakpuasan mereka terhadap beberapa item pekerjaan di Desa Oenitas Tahun 2017 yang menelan anggaran Dana Desa kurang lebih 1 miliar

Kepada RadarNTT Kamis, 28 Februari 2019 Joni Lenggu cs mengungkapkan, dirinya bersama Masyarakat Desa Oenitas melaporkan beberapa item pekerjaan Tahun 2017 dengan melayangkan surat laporan sejak tanggal 20 Juni 2018 yang lalu, dan pihak kejaksaan Negeri Rote Ndao sudah turun ke lokasi untuk pemeriksaan namun hingga pada saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi selanjutnya mengenai tindak lanjut dari laporan tersebut. Menurutnya beberapa dari pekerjaan tersebut baru selesai pengerjaannya pada Tahun 2019 ini.

“Khusus pembangunan sarana dan prasarana air bersih mubasir karena bak penampungan airnya tidak bisa menampung air karna bocor dan air tidak jalan karena tidak bisa sampai juga ke Reservoir. “saya anggap pembangunan sarana air bersih untuk masyarakat Desa Oenitas asal jadi.” ungkapnya.

Lanjut dikatakan Joni lenggu bahwa semua pekerjaan baik Lapangan futsal, embung, sumur, posyandu dan pipanisasi air bersih semuanya asal jadi dan menurutnya masyarakat Desa Oenitas tidak merasakan asas manfaat dari semua item pekerjaan tersebut.

Seperti yang telah diberitakan bahwa ada enam jenis kegiatan yang dikerjakan yaitu pembangunan embung 1 unit, berlokasi di Dusun Rinalolon, total anggaran senilai Rp104.337.500, pembangunan jaringan air bersih dengan volume 5.100 meter, di Dusun Oenitas, total nilai Rp.452.775.000, pembangunan lapangan futsal, volume 20×30 meter,di Dusun Oenitas, total nilai Rp.80.000.000, pembangunan jaringan air bersih, ukuran/volume 1000 meter, berlokasi Dusun Rinalolon, total nilai Rp.149.575.000, pembangunan sumur gali ukuran/volume 1 unit di Dusun Loudano total nilai Rp.7.900.000,serta pembangunan Gedung Posyandu,berlokasi dusun Loudano total nilai Rp.165.284.500.
Sehingga total jumlah dana yang diakokasikan untuk kegiatan fisik adalah Rp.959.872.000.

Kejari Rote Ndao Edy Hartoyo melalui Kasat intel Eduard Manurung ketika dihubungi via telepon selular Kamis(28/02/2019)Pukul 19:55 Wita kepada wartawan mengatakan, untuk saat ini belum bisa menindak lanjuti,menunggu pilpres dan pileg dilaksanakan baru setelah itu dilanjutkan, karena masih menunggu LHP nya sehinga bisa diketahui bagaimana dan apa hasilnya.”Yang pasti ditindaklanjuti setelah habis pilpres dan pileg.

“Untuk saat ini Bang,kita masi belum bisa menindaklanjuti menunggu pilpres dan pileg dilaksanakan baru kita lanjutkan pak,ada indikasi pak cuma kita masi menunggu LHP,kita mintakan LHP nya dulu pak,bagaimana hasilnya.Yang pasti ditindaklanjuti,”ungkapnya.(Tony Adang/RN).

Komentar