oleh

Puluhan Tahun Tinggal Digubuk Reot, Paulina Lawus Dibantu Polisi

RADARNTT, Borong – Untuk membenahi perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang kondisinya kurang layak huni, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) memiliki program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau lebih dikenal sebagai Program Bedah Rumah. Rupanya program tersebut kurang beruntung bagi Ibu Paulina Lawus (70), Janda satu anak asal desa Compang Deru kecamatan Lamba Leda Kabupaten Manggarai Timur NTT.

‘Gubuk derita’ rupanya bukan hanya sekedar syair lagu yang dilantunkan oleh Megi Z , ternyata kenyataan ini dialami oleh Janda tua satu anak Paulina Lawus yang puluhan tahun tinggal digubuk reot yang tidak pantas disebut sebagai rumah tempat tinggal sebuah keluarga.

Paulina Lawus Bersama Rosalina Ani

Lebih mirisnya lagi, Paulina Lawus memiliki anak perempuan Rosalina Ani (45) yang diduga mengalami gangguan mental, namun kegigihan Paulina mempertahankan hidup dan menghidupkan sebuah tanggungjawab sebagai seorang ibu sekaligus berperan sebagai ayah bagi Rosalina cukup membingungkan bagi orang yang peduli terhadap keluarga kecil ini.

Usia Paulina  yang  mencapai 70an Tahun seharusnya menjadi usia persiapan menghadap sang pemberi kehidupan, namun kenyataan hidup membuat dirinya tetap tegar dan tangguh mencari nafkah dengan mengorbankan fisiknya menjadi buruh dikebun atau sawah orang dan menjual kemiri secukupnya pada musim tertentu demi sesuap nasi bagi diri dan anaknya.

Anehnya Paulina Lawus bersama Rosalina Ani merupakan penduduk desa Compang Deru, yang dilihat dari kehidupan keseharian mereka pantas dikategorikan sebagai masyarakat yang  dibantu dan menjadi penerima manfaat, sayangnya sejak Paulina berumah tangga hingga kini  tidak pernah disentuh oleh bantuan apapun dari Pemerintah.

Keberadaan Paulina Lawus diketahui ketika  seorang Polisi dari satuan Polres Manggarai yang ditugaskan dipolsek Benteng Jawa dan ditempatkan sebagai Bhabinkamtibmas Desa Nampar Tabang Bribka Arsilinus Lentar menyambangi tempat kediaman Paulina Liwus beberapa pekan lalu.

Dari kondisi yang dialami Paulina dan anaknya,  Bribka Arsilinus merasa terpanggil untuk membahagiakan Janda tua tersebut dengan melakukan galang dana untuk membangun rumah Paulina Lawus yang kondisinya memperihatinkan itu.

Saat dihubungi RadarNTT via seluler, Rabu, (27/02/2019 )dirinya menceritakan kondisi tempat tinggal Paulina Lawus sangat tidak layak, dan dirinya telah menyampaikan kondisi ini kepada kepala Desa Compang Deru dan meminta pemerintah desa untuk bersama dirinya melakukan sesuatu bagi Ibu Paulina.

Kata Anggota satuan Polres Manggarai ini, respon baik dari pemerintah desa membuat dirinya lebih semangat lagi untuk membuka jaringan hingga Ia juga menceritakan kondisi tersebut kepada pastor Paroki ST. Yusuf Benteng Jawa, berkat kecekatan dan niat yang tulus untuk membantu sesama, akhirnya pastor paroki Benteng Jawa mengglondongkan bantuan berupa material jenis batako, dan juga bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan hingga kini

Adapu langkah yang dilakukan oleh Bribka Arsilinus seperti mengunjungi dan  menemui para sahabat peduli kasih guna menggalang dana,  untuk membangun rumah layak huni bagi Ibu Paulina. Selain itu Ia juga membantu rekan – rekan Relawan peduli kasih yang sedang bekerja mencetak Batako,  untuk material bangunan rumah Ibu Paulina.

Dirinya berharap jika masih ada bpk/ibu, sdra/i, om/tanta, kakak/adek dan para sahabat peduli kasih, dimana saja berada yg tergerak hatinya utk mendukung kami dalam menyuseskan pembangunan rumah dari Ibu Paulina ini, silahkan menghubungi nomor Wa : 081355518423 an. Arsilinus Lentar
Salam hormat dari saya. (Tim/RN)

Komentar