oleh

Refleksi Kemerdekaan HUT RI 74, OKP Plus Cipayung NTB Duduk Bersama

Foto: Malam Refleksi Yang Digelar OKP Cipayung Plus Di NTB

RADARNTT, Mataram – Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang berusia 74 tahun Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Cipayung plus gelar malam refleksi 74 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Di antaranya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), dan Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) duduk bersama guna bersama merefleksi 74 tahun kemerdekaan RI.

Dinyatakan dengan lima sikap diantaranya: mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mendesak pemerintah untuk membubarkan ormas yang anti pancasila demi menjaga Keutuhan NKRI, mendorong pemerintah dalam percepatan pembangunan daerah pasca gempa Lombok, mengawal kebijakan pemerintah daerah dan pemerintah pusat demi terwujudnya cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia, dan yang terakhir dengan lantang menyuarakan pancasila jaya serta NKRI harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar.

Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bali-Nusra, Aziz Muslim menegaskan, kemerdekaan republik Indonesia guna melihat para pemuda ingin menyatukan bangsa supaya tidak terpecah belah.

Untuk itu pemuda-pemudi yang ada di NTB ini terus menggaungkan persatuan dan kesatuan di bumi pertiwi ini. Sehingga keberagaman, kesatuan dan kesamaan kita terutama sebagai cipayung plus sebagai generasi penerus bangsa dan kedepannya kita terus menyatu untuk menjalankan kebersamaan dalam setiap kegiatan,” tegas Aziz kepada wartawan, (Jum’at 16/08/2019).

Aziz juga menghimbau untuk kompak dan merapatkan barisan menggalangkan kegiatan bersama dalam demi membangun kesatuan. Bangsa ini dibentuk oleh kebersamaan, persaudaraan, kekeluargaan sehingga generasi penerus bangsa boleh menikmati hari kebahagiaan bersama di kemerdekaan Idonesia. “Marilah kita jaga negara Republik Indonesia ini seperti kita menjaga pribadi kita masing masing.”

Tidak hanya itu, Ia juga mengingatkan bukan sekedar untuk penikmat hari jadi RI tetapi bagaimana untuk melanjutkan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. “Malam ini pemuda pemuda yang tergabung dalam OKP Cipayung plus se-Nusa Tenggara Barat sudah membuktikan bahwa dalam menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa ini tidak hanya melalui wacana tetapi melalui gerakan gerakan yang terwujud malam ini kita bersama sama untuk melanjutkan segala sesuatu yang sudah dibangun oleh para pendahulu kita untuk terus menjaga perdamaian kedamaian dan persatuan dalam Bangsa Indonesia saya rasa sekian selamat malam mahasiswa,” tegasnya.

Selanjutnya Azis menguraikan, “Pertama bertanya kepada kita sendiri apakah sudah memegang erat tunggal ika itu, apa masih ada dalam hati kita pancasila itu, apakah kita sudah bisa meletakkan saya putar terbang untuk melihatkan diri kita Indonesia kepada dunia dan apakah kita sudah bisa damai dengan diri kita sendiri, itu sebenarnya hanya kita yang bisa menjawab ketika sudah bisa damai  kita bisa mengerti yang namanya Bhinneka Tunggal Ika dalam hati kita, sudah ada yang namanya pancasila, kita yakin pasti akan ada saatnya kita akan merdeka secara keseluruhan. Karena merdeka itu bukan hanya mengusir penjajah. Sekarang apakah kita lihat, apakah kita sudah merdeka, apakah ekonomi kita sudah merdeka apakah barang barang kita sekarang ada di tas kita semuanya itu milik kita?

Selain itu Andi Ardiansyah perwakilan KAMMI menekankan, bahwa para pahlawan telah mengorbankan harta benda bahkan nyawa mereka untuk penduduk bangsa ini. Untuk itu generasi hari ini hanya menikmati hasil daripada perjuangan para pendahulu, merdeka, katanya diartikan kalau sudah lepas dari dari intervensi-intervensi apapun dalam hidup untuk mengkawal bukan hanya dengan pemerintah saja dan aparat.

Dibangunnya negara ini adalah dalam rangka untuk mensejahterakan hidup rakyat dan jika lembaga sudah sama sama menunjukkan komitmen dalam rangka untuk menunaikan kewajiban dalam bernegara. “Alhamdulillah saya hanya bisa berharap kepada kita semua untuk kita sama sama solid dan tetap mengawal kebijakan pemerintah ketika ada persoalan persoalan yang yang kita semua pikir perlu kita benahi,” tutupnya. (TIM/SET/R-N)

Komentar