oleh

RSUD Naibonat Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar

Foto: Direktur RSUD Naibonat, dr. Erol Permata Alam Nenobais (13/08/2019)

RADARNTT, Oelamasi – Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat melakukan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) selama 2 hari di Aula lantai II RSUD Naibonat  kepada pasien dan orang awam yang melibatkan pegawai manajemen rumah sakit, satpam, cleaning service, driver RSUD dan Dinkes (Selasa, 13/08/2019).

Selain pelatihan BHD peserta ikut menggunakan alat AED (Automated External Defibrillator) serta pelatihan teknik bagi pasien yang tersedak. Kegiatan hari pertama ini dibagi 7 kelompok, untuk esok hari juga dilakukan kegiatan serupa oleh kelompok lainnya.

AED (automated external defibrillator) merupakan alat medis yang dapat menganalisis irama jantung secara otomatis dan memberikan kejutan listrik untuk mengembalikan irama jantung jika dibutuhkan. Alat ini berfungsi untuk menolong orang yang mengalami henti jantung.

Salah satu instruktur yang ditemui RADARNTT yang bernama Desmi menjelaskan, untuk pelatihan bantuan hidup dasar pasien, langkah pertama:
1. Kita harus mengecek respon penderitaan yang dialami pasien,
2. Kita memanggil bantuan dari tenaga medis
3. Petugas harus membebaskan jalan nafas pasien
4. Jika ditemukan pasien tidak bernafas dan denyut nadi, kita perlu melakukan pijat jantung selama 30 Kali, dengan cara menekan dada pasien serta memberi 2 kali nafas buatan, yang biasa kita sebut RJP atau Resusitasi Jantung Paru.

Hal itu dilakukan secara berulang sampai bantuan medis datang.

Untuk pelatihan menggunakan alat AED, langkah ini bertujuan mengetahui rekam jantung pasien. Bila pasien diketahui tidak bernafas, petugas medis membaringkan pasien dan menekan dada pasien.

Pelatihan bagi pasien yang tersedak akibat makanan, maka dilakukan langkah sebagai berikut:

1. Back Blows (menepuk punggung sebanyak lima kali).

2. Abdominal Trust / Heimlich Manuver (Dorongan perut adalah prosedur pertolongan pertama yang digunakan untuk mengobati penyumbatan jalan nafas atas oleh benda asing).

Sementara itu Direktur RSUD Naibonat dr. Erol Permata Alam Nenobais  saat ditemui RADARNTT diruang kerjanya mengatakan, “Pelatihan itu merupakan tindakan emergency bagi tenaga non medis dilingkungan RSUD Naibonat dalam upaya meningkatkan SDM non medik untuk menolong masyarakat yang membutuhkan pertolongan darurat, apalagi RSUD letaknya dekat jalan raya.”

Dalam kegiatan pelatihan itu dipimpin Dr. Robin Fanggidae, Sp.An yang menyertakan beberapa instruktur dari RSUD Naibonat, diikuti para bidan/perawat dan pegawai non medis. (TIM/SET/R-N)

 

Komentar