oleh

Salah Kirim Uang Bansos Atau Modus? Dana Bansos Ngada Kembali Gaduh

RADARNTT, Bajawa – Berhari hari calon penerima bansos dari pemerintah Kabupaten Ngada yang mempertanyakan kejelasan realisasinya hingga hari ini tak kunjung tuntas.

Dari penelusuran tim investigasi radarntt, ditemukan fakta mengejutkan setelah berhasil mengkonfirmasi beberapa pihak termasuk Bank BRI Bajawa sebagai bank penyalur (Kamis, 03/01/2019).

Pelayanan Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Ngada beberapa bulan terakhir di penghujung 2018, mendapat sorotan tajam berbagai kalangan terkait penyaluran dana bantuan sosial dimana sebagian besar masyarakat mengeluh karena rumitnya proses pencairan yang jauh dari kesan profesional.

Seperti yang dituturkan salah seorang penerima bansos yang bernama Efimia Titu kepada media ini, “Saya sudah melengkapi surat sejak 2 minggu yang lalu dan sudah berulang kali ke kantor BRI untuk cek uang sudah masuk atau belum. Tetapi belum juga masuk. Saya rencana mau ambil kembali KTP saya di atas (Kantor Dinas Keuangan). Karena beberapa orang sudah terima padahal saya lebih dulu urus.”

Sontak mendengar informasi tersebut tim  radarntt bergerak menuju ke Bank BRI Cabang Bajawa dengan berpura-pura sebagai anak calon penerima bansos,
dan berhasil menemukan sebuah fakta.

Menurut penjelasan salah seorang pegawai Bank BRI Fitriya Illa, “Uang bansos sudah masuk an. Efimia Titu namun setelah di cek ternyata nomor rekening bukan An. Efimia Titu melainkan ke nomor rekening An.Maria Yasinta Dhoni. Sedangkan uang tersebut sudah ditarik oleh pemilik nomor rekening. “Harus konfirmasi lagi di kantor keuangan Kabupaten Ngada,” katanya.

Berdasarkan data yang dikirim dari Kantor Dinas Keuangan Kabupaten Ngada ke Bank BRI Bajawa. Calon penerima bansos An. Efimia Titu, BRI Uni Mataloko dengan Nomor 4621- 01- 010366-53-7. Sebesar 5.000.000,00. Sementara sesuai Buku Rekening yang benar An. Efimia Titu dengan nomor rekening 4621-01-010386-53-7. Di waktu sebelumnya salah seorang anggota DPRD Ngada dari Partai Golkar sempat meminta tim radarntt menelusuri modus dana Bansos di Kabupaten Ngada.

Untuk diketahui pada Tahun 2013 Kabupaten Ngada sempat digegerkan skandal Bansos yang menguap puluhan milyar rupiah dan mengantar Sandra Siwe Mole (Mantan Pegawai Bank NTT cabang) dan Yohanes Fua Radja (Mantan Staf DPKAD) ke penjara, dan saat itu Wihelmus Petrus Bate sudah menjabat Kepala Dinas DPKAD. (TIM/RN)

Komentar