oleh

Samsat Online Potensi Penerimaan Daerah

RADARNTT, Kupang – Samsat online mensajikan penerimaan sebesar 1 miliar rupiah lebih per hari. Nilai yang tidak sedikit, jika konsisten realisasi penerimaan per hari. Ada banyak uang yang masuk melalui bank NTT setelah terintegrasi Samsat Online.

Apabila dikalkulasi per bulan penerimaan kurang lebih 20 miliar rupiah, dikali dua belas bulan maka setahun bisa mencapai 240 miliar rupiah lebih dari pajak kendaraan bermotor. Peluang potensi ini sangat besar, butuh keseriusan dan kejujuran pihak terkait dalam menata kelola sumber pendapatan ini agar tidak terjadi kebocoran.

Data kendaraan bermotor khusus sepeda motor di NTT, menurut BPS periode 2015-2017 sebanyak 613.671 unit sebagai potensi pendapatan daerah. Potensi ini belum termasuk kendaraan sepeda motor yang belum terdata atau bodong dan yang lama menunggak pembayaran pajak yang jumlahnya bisa mencapai ribuan unit, ditambah ribuan kendaraan roda empat atau mobil dalam berbagai tipe dan jenisnya.

Potensi ini yang bakal ditata dan digenjot oleh Badan Pendapatan dan Aset Daeran (BPAD) Provinsi NTT untuk meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak kendaraan bermotor, hal ini ditegaskan Kepala BPAD NTT Zeth Sony Libing kepada awak media belum lama ini di Kupang.

Untuk itu, BPAD NTT akan meluncurkan program tax amnesty atau pengampunan denda pajak dan bea balik nama kendaraan bermotor, yang dimulai bulan Agustus 2019 selama tiga bulan. Melalui program ini diharapkan masyarakat semakin tertib mengurus surat kepemilikan kendaraan bermotor, agar sah secara hukum dan layak digunakan.

Menurut Sony Libing, NTT punya ketergantungan fiskal yang sangat tinggi kepada pemerintah pusat, sehingga perlu ada upaya sadar untuk meningkatkan kemampuan keuangan daerah dan mencapai kemandirian fiskal. “Kita memiliki banyak potensi untuk itu, tapi kita juga tidak sedikit masalah. Maka peluang dan tantangan ini harus dikelola secara sadar dengan penuh tanggungjawab dan kejujuran agar bisa memberikan manfaat plus bagi daerah, terutama untuk kesejahteraan rakyat”, tegasnya.

“Kita mesti mengatasi banyak masalah seperti stunting, kemiskinan, rumah tidak layak huni, sarana jalan yang kurang, infrastruktur yang tidak memadai dengan membutuhkan uang”, sambung Sony Libing.

Menurut dia, masalah stunting di NTT berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan, mencapai 40 persen lebih, peringkat satu nasional. Ini perlu diintervensi program, yang tentunya membutuhkan anggaran, sehingga kita harus berupaya keras meningkatkan pendapatan asli daerah untuk membiayai semua program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Semua upaya meningkatkan PAD adalah semata-mata untuk menyediakan anggaran yang cukup untuk membiayai program kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, menuju kesejahteraan yang adil dan merata. Kiranya niat baik ini berjalan lancar dan diberkati Tuhan”, pungkas Sony Libing. (TIM/RN)

Komentar