oleh

Satgas Nakertrans Provinsi NTT  Berhasil Cekal ‘TKI LEGAL’ Di Bandara Eltari

Foto: Tampak Arianto Rany Staff Pelaksana Nakertrans Provinsi NTT Yang Berhasil Mencekal ‘TKI LEGAL’ di Bandara Eltari-Kupang (06/06/2019).

RADARNTT, Kupang – Nasib Naas dialami oleh Antonita Bete dan Alvinus Kristo Nahak, Tenaga Kerja Indonesia yang memiliki paspor, Kartu imigrasi dan KTP pada saat melakukan check in di Bandara Eltari Kupang dengan tujuan keberangkatan Malaysia.

Pasalnya pencekalan yang dilakukan Satgas Nakertrans Provinsi tersebut dengan alasan Antonita Bete memiliki KTP sementara.

Foto: Salah Satu Satgas Yang Ikut Mencekal TKI legal Di Bandara Eltari Kupang

“Saya datang mau check in terus petugas tarik saya. Saya bilang surat-surat saya semuanya lengkap; paspor ada, ada tiket,ini sesuai dengan paspor dan permit. Lalu petugasnya meminta tiket saya terus mereka membawa saya ke posko Satgas Nakertrans yang ada di bandara; dong bilang KTP hanya sementara,” pungkas Antonita (Kamis, 06/06/2019) di Bandara Eltari.

Lanjut dikatakan Antonita, dirinya kemudian mendesak dan mempertanyakan ke petugas satgas Nakertrans tentang apa yang menjadi penyebab sehingga dirinya ditahan, lalu kemudian petugas menyuruh dirinya bergegas masuk ke bandara namun naas bagi dirinya karena pesawat yang seharusnya memberangkatkan dirinya sudah tinggal landas. “Kenapa bapak tahan saya? petugas menjawab: ibu punya tiket sudah hangus, pulang dan omong sama suami beli tiket lagi,” ungkap Antonita menirukan omongan petugas.

Foto: Antonia Bete Dan Alvinus Kristo Nahak TKI Legal Yang Dicekal Satgas Nakertrans

Kemudian ia mengadu ke otoritas bandara, namun jawaban yang didapatkan dari petugas bandara justru menegaskan bahwa dirinya terlambat dan tidak bisa berangkat dan menganjurkan untuk tuntut ganti rugi uang tiket tersebut kepada satgas Nakertrans Provinsi NTT yang sebelumnya telah menahan dirinya.

Selain itu anak Antonita Bere yang kebetulan berada dilokasi menambahkan, “Petugas minta maaf kepada dirinya dan ibunya, karena petugas salah menahan orang namun pihak satgas tidak mengganti tiket sebesar 7 Juta, petugas satgas beralasan mereka tidak punya kewajiban mengganti rugi. Ia menambahkan, “Selama ini mama saya memang kerja di Malaysia sebagai pekerja legal demi membiayai biaya perkuliahan saya dan adik adik. Mama hanya mendapat cuti untuk menghadiri pemakaman Opa yang baru baru ini meninggal.”

Pernyataan yang dilontarkan Antonita Bete senada dengan apa yang disampaikan oleh Alvinus Kristo Nahak bahwa mereka berdua diminta paspor dan KTP serta saran yang berulang-ulang sehingga membuat mereka terlambat check in. Mirisnya,
pencekalan yang dilakukan oleh satgas Nakertrans berdasarkan perintah dan mereka hanya menjalankan.

“Awalnya diminta paspor sama KTP. Sesudah itu dia kasih saran tetapi diapun (Satgas Nakertrans) harus lihat jam karena jam itu kita mau check in untuk terbang tetapi saran-saran ini sudah banyak sekali dan berulang-ulang di hal yang sama sekarang kita mau pi (pergi) check in sudah terlambat,” ungkapnya

Ariyanto Rany, Staff Pelaksana Nakertrans  Provinsi NTT saat dikonfirmasi RADARNTT di Bandara Eltari mengatakan,

“Jadi kan begini saudara, kita kan disini menjalankan apa yang ditugaskan negara. Kalau saudara mau bertanya beginikan kita punya level pimpinan to, segala macam informasi nanti kita akan laporkan ke pimpinan nanti.”

“Bagaimana untuk persoalan ini kita kan ada punya protap. Kita yang ditugaskan disini menjalankan apa yang ditugaskan, nanti kita akan sampaikan ke pemerintah. Jadi nanti kita masuk kantor baru kita hubungi saudara,” pungkasnya.

Sampai pada berita ini diturunkan, Sisilia Sona, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT belum berhasil dihungi RADARNTT. (TIM/SET/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan