oleh

Sejumlah Program Unggulan SMPN 13 Kota Kupang

Foto: Dra. Maria Th. Roslin Lana Kepala Sekolah SMPN 13 Kota Kupang

RADARNTT, Kupang – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 13 Kota Kupang memiliki dua program unggulan Tahun Ajaran 2019/2020 diantaranya, gerakan literasi sekolah dan program sekolah hijau. Hal ini diungkapkan Kepala Sekolah SMPN 13 Kota Kupang Dra. Maria TH. Roslin Lana kepada RadarNTT di ruang kerjanya (Jumat, 28/06/2019).

“Gerakan literasi sekolah ini sudah kami mulai dengan pembiasaan pengembangan diri dan pembelanjaran sesuai dengan permendikbud. Selain itu kami juga menuju sekolah adi wiyata yang kita mulai dengan sekolah hijau dengan mewajibkan para siswa baru untuk membawa tanaman bunga untuk ditanam di sekolah,” papar Roslin Lana.

Hal penting yang kami tanamkan pada siswa adalah peduli lingkungan, namun ada kesulitan sedikit di sekolah kami yaitu pagar sekolah jebol pada tanggal 22 Desember 2018 sepanjang 20 meter, sehingga pihak komite sekolah bersedia membantu membangun kembali dengan sumbangan dari orang tua dan semua pelaksanaan oleh komite, tegasnya.

Kemudian dikatakan semua niat dan keputusan komite sekolah di SMPN 13 sudah dilaporkan dan mendapat persetujuan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.

“Kebutuhan pembangunan pagar yang jebol memang sangat urgen untuk keamanan mengingat SMPN 13 tahun lalu menyelenggarakan UNBK untuk pertama kalinya, jadi segala fasilitas penunjang termasuk komputer bisa aman,” tutur kepala sekolah.

Menyangkut kebutuhan Ruang Kelas Baru (RKB) pihak sangat membutuhkan mengingat minat sekolah di SMPN tersebut animo cukup tinggi. Pak sekitar ini sekolah pendukung cukup banyak dan secara demografi juga sangat padat, jadi setiap tahun pasti ada penambahan jumlah siswa baru, kami tahun ini atau tahun depan berharap dapat RKB minimal 2 kelas, Kata Roslin Lana.

Perlu diketahui SMPN 13 yang terletak di Kecamatan Maulafa Kota Kupang ini menerima siswa baru secara online sebanyak 310 siswa dan secara offline 10 siswa di Tahun Ajaran baru ini . “Bukan hanya itu kami juga kekurangan guru di mata pelajaran seni budaya, PJOK dan PPKN,” pungkas Kepala Sekolah. (TIM/SET/R-N)

Komentar

Jangan Lewatkan