oleh

Sepenggal Kisah Laksamana Muda Maeda

RADARNTT, Jakarta – Laksamana Muda Tadashi Maeda, seorang perwira tinggi Angkatan Laut Jepang (Kaigun) di Indonesia. Jasanya sangat besar untuk Kemerdekaan Indonesia, dengan mempersilakan tokoh-tokoh Nasional merumuskan teks Proklamasi di kediaman rumahnya, di Jl.Meiji Dori No. 1 Jakarta Pusat, pada malam dini hari tanggal 17 Agustus 1945.

Setelah Jepang menyerah, Laksamana Maeda di tangkap oleh Sekutu, dan menjalani interogasi di Changi Gaol, Singapura, antara tanggal 31 Mei sampai dengan 14 Juni 1946,

“Laksamana Muda Maeda dan saya berusaha sekeras-kerasnya untuk menjaga nama baik Republik Indonesia, agar jangan sampai Belanda bisa mengatakan RI itu sebagai bikinan Jepang. Biarpun pemeriksa berturut-turut 4 hari menekan saya sampai akhirnya mengeluarkan air kencing berdarah, saya tetap tidak mengaku. Umur saya waktu itu hampir 36 tahun dan masih bisa tahan,” jelas Nishijima, yang sama-sama menjalani interogasi.

Uniknya Laksamana Tadashi Maeda sudah berhubungan langsung dengan tokoh-tokoh Indonesia sejak tahun 1930-an di Den Haag (Belanda), seperti Nazir Pamuntjak, Ahmad Subardjo, Mohammad Hatta, dan AA Maramis. Beliau sangat bersimpati dengan perjuangan Indonesia, jauh sebelum Jepang berkuasa di Asia.

Ketika pulang ke Jepang, semua akses ditutup untuk Maeda dan ia mendapat kesulitan luar biasa selepas dari dinas militer hingga meninggal dunia dalam kondisi melarat. Dia di hina x rakyatnya sendiri.

Atas jasa Maeda tersebut, pada 1973 dia diundang pemerintah Indonesia untuk menghadiri perayaan Proklamasi 17 Agustus. Dalam kesempatan itu, ia sempat bertemu dengan Mohammad Hatta. Maeda juga merupakan penerima Bintang Jasa Nararya dari pemerintah Indonesia.

Mengenang jasa Maeda, Ahmad Subardjo menulis: “Pada detik-detik terpenting dalam melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Laksamana Maeda menunjukkan sifat seorang Samurai Jepang, yang mengorbankan diri dengan rela demi tercapainya cita-cita luhur dari rakyat Indonesia, yakni Indonesia Merdeka”.

Laksamana Muda Maeda Tadashi (lahir di Kagoshima, Jepang, 3 Maret 1898 – meninggal 13 Desember 1977 pada umur 79 tahun) adalah seorang perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di Hindia Belanda pada masa Perang Pasifik. Selama pendudukan Indonesia di bawah Jepang, ia menjabat sebagai Kepala Penghubung Angkatan Laut dan Angkatan Darat Tentara Kekaisaran Jepang. (TIM/RN)

 

Sumber : www.liputan6.com

Komentar