oleh

Suka Ramai Seafood Kembangkan Potensi Lokal

RADARNTT, Kupang – Rumah Makan Suka Ramai menyajikan makanan spesial berbahan baku dari laut atau seafood, mengembangkan konsep pemberdayaan produk pangan lokal Nusa Tenggara Timur.

“Kita mengambil bahan baku dari nelayan dan petani di daerah sendiri seperti ikan, kepiting, udang dan sayu-sayuran”, ungkap Jojo Langoblolok, pemilik rumah makan itu kepada radarntt.co Sabtu, (3/8/2019) di Kupang.

Dia mengatakan selalu membeli bahan baku dari nelayan atau petani di daerah Lembata. Salah satunya kepiting, jenis kepiting super selalu dari Lembata sedangkan yang jenis biasa dan berukuran lebih kecil dibeli dari petani tambak di Kupang.

Namun, kata Jojo, usahanya sering mengalami hambatan transportasi laut yang tidak menentu pada musim tertentu. “Kita kendala di penyeberangan kapal yang sering terganggu musim hujan, musim barat sehingga menghambat pasokan bahan baku dari daerah”, keluh putra asal Lembata.

Pihaknya juga membeli bahan pangan sayur-sayuran dari petani di Kupang, seperti tomat, bawang, kol, wortel, dan lain-lain. “Selama ini kita belanja di pasar lokal di Kota Kupang, seperti pasar Kasih Naikoten dan pasar Inpres Oeba”, tandas Jojo.

Dia mengharapkan bisa menjalin kerjasama dengan petani agar mengambil langsung dari kebun petani dalam bentuk sayuran segar, juga ke depan mulai menggunakan produk organik. Karena lebih aman dan nyaman untuk kesehatan, yang banyak diminati orang.

Jojo juga mengeluhkan tenaga kerja yang kurang profesional di bidang koki atau chef, sehingga biasanya ia merekrut dan melatih sendiri agar bisa bekerja. Namun, orang yang bekerja dengannya setelah belajar dan tahu kerja sering meminta keluar, masih rendah komitmen untuk bekerja sama.

“Banyak orang kita, awalnya tidak tahu kerja, setelah kita ajari sudah tahu kerja kadang pergi meninggalkan pekerjaan tidak mau kerja dengan kita”, ujar Jojo yang sudah lima tahun menggeluti usaha itu.

Saat ini pihaknya mempekerjakan belasan orang, dengan memberikan upah sesuai standar UMP bahkan UMR. Semua tenaga kerja adalah orang lokal yang berasal dari Timor, Rote dan Lembata.

Dia mengharapkan pemerintah menyiapkan pelatihan tenaga kerja profesional di bidang kuliner lokal, sehingga bisa mendukung investasi di bidang itu. “Karena peluang usaha kuliner di daerah kita sangat besar tapi kurang perhatian dan dukungan pengembangan”, tegas Jojo.

“Pada hari tertentu seperti hari senin, kita mewajibkan semua karyawan memakai pakaian motif daerah masing masing, sebagai bentuk cinta budaya”, imbuh Jojo.

Pihaknya juga akan mengembangkan usaha galeri tenun NTT, untuk menampung dan memasarkan berbagai kain tenun motif NTT. “Kita juga akan menjalankan usaha untuk memasarkan kain tenun motif NTT yang sangat beragam dan indah”, pungkas Jojo. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan