oleh

Surat Terbuka Warga Transmigran Untuk Presiden Joko Widodo

RADAR NTT, LABUAN BAJO – Janji pemerintah tak kunjung terealisasi, warga transmigran buat surat terbuka ke Presiden Joko Widodo. Surat terbuka tersebut sebagai keluhan atas kebuntuan mereka dalam mencari keadilan. Beginilah surat terbuka tersebut:

Yth. Presiden Republik Indonesia
Ir. H. Joko Widodo
Di Tempat

Assalamualaikum wr wb, salam sejahtera untuk kita semua. Semoga Bapak Presiden dalam keadaan sehat. Salam rindu dan kangen dari kami warga Transmigrasi Lokal (Translok) dari Indonesia bagian timur. Ingin rasanya kami bertemu dan berbicara langsung dengan Bapak di Istana megah tapi apalah daya kami tidak mampu membiayai tiket perjalanan yang begitu jauh. Ingin rasanya hati kami anak-anakmu mencurahkan isi hati kami tentang suka-duka hidup di daerah Transmigrasi yang penuh ratap tangis.

Bapak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang saya banggakan dan agungkan. Saya merasa gembira bisa menulis surat terbuka ini untuk Bapak sebagai panglima tertinggi dalam negeri ini. Saya juga berharap Bapak Presiden dalam keadaan sehat dan tetap semangat menghadapi hiruk pikuk persiapan Pilpres 17 April yang akan datang. sesungguhnya kalau boleh jujur masyarakat Indonesia mengapresiasi atas kerja keras yang bapak lakukan bersama jajaran menteri lainnya. Sejumlah prestasi yang gemilang yang Bapak persembahkan untuk negeri ini mulai dari pembangunan jembatan, jalan, listrik, waduk, bandara, pasar, dan lain lain. Tentu semuanya itu untuk meningkatkan dan memperlancar pergerakan ekonomi masyarakat. Selain itu juga untuk memenuhi tuntutan keadilan dalam hal pembangunan.

Saya sebagai warga Transmigrasi Lokal (Translok) di Desa Macang Tanggar, Kecematan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat -NTT merasakan bagaimana sedihnya hidup di daerah Transmigrasi yang terpinggir, terluar, dan terpencil tanpa adanya jalan, air minum, listrik, dan janji kesejahteraan pemerintah yang tak kunjung ada realisasinya. Selama hampir 23 tahun kami hidup terisolir dari yang namanya pembangunan dan kesejahteraan. Namun, beberapa bulan lalu kami baru merasakan yang namanya penerangan listrik yang merupakan bagian dari progra unggulan Bapak Presiden. Tentu kami sangat mengapresiasi atas dedikasi Bapak Presiden. Sungguh, dedikasi yang baik untuk perjalanan bangsa ini dan semoga Tuhan membalas kebaikan Bapak Presiden sebagai seorang Ayah kepada anaknya (rakyat).

Namun, menyadari bahwa pembangunan listrik masuk desa tentu saja tidak cukup untuk membuka isolasi keterpurukan kami yang hidup di daerah Transmigrasi yang sudah mendera kami selama 20 tahun lebih lamanya sejak tahun pertama. Karena itu kami mohon dengan rendah hati kepada Bapak Presiden untuk memperhatikan nasib kami dan memenuhi hak-hak kami sebagai warga Transmigrasi yang layak untuk diperhatikan seperti masyarakat lainnya di negeri tercinta ini. Karena hingga saat ini masih ada hak hak kami yang dirampas oleh oknum pemerinta dan hingga saat ini belum dilunasi. Terus terang Bapak Presiden, semenjak awal program Transmigrasi pada tahun 1997, kami sangat gembira. Karena dalam pikiran kami bahwa di daerah transmigrasi nantiny akan ada peningkatan kesejahteraan karena pemerintah pernah menjanjikan waktu itu 2 hektar lahan kepada masing-masing 200 kepala keluarga (kk) yang terbagi dalam empat blok yakni blok a, b, c, dan d. Pada waktu itu pemerintah berjanji bahwa bagi para transmigran akan mendapatkan lahan 2 hektar masing-masing. Namun hingga saat ini kami hanya mendapatkan 1 hektar. Tentu hal ini membuat kami sulit untuk memerdekakan hidup kami. Terus terang saja bahwa meski kami serba mengalami keterbatasan tetapi kami mampu menyekolahkan anak-anak kami hingga memperoleh gelar serjana (S1 dan S2) dalam segala bidang jurusan. Kami tidak menuntut lebih tetapi kami hanya ingin mendapatkan hak-hak kami yang memang menjadi hak kami.

Padahal kalau kita mengacu pada peraturan pemerintah republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan Transmigrasi bahwa penyelenggaraan transmigrasi merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, untuk peningkatan dan pemerataan pembangunan antar daerah dan wilayah dengan mewujudkan pusat pertumbuhan wilayah yang baru atau mendukung percepatan pusat pertumbuhan wilayah yang telah ada atau yang sedang berkembang; bahwa penyelenggaraan transmigrasi merupakan salah satu bentuk mobilitas penduduk melalui penataan dan persebaran penduduk yang serasi dan seimbang dengan pemanfaatan sumber daya alam sesuai dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan, serta sebagai wahana integrasi dan akulturasi budaya nasional ;bahwa penyelenggaraan transmigrasi dilaksanakan untuk me- ningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitar dengan menciptakan kesempatan kerja dan peluang usaha serta mendorong perluasan dan pengembangan investasi ;bahwa sehubungan dengan hal tersebut dan sebagai pelaksanaan Undang-undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketrans-migrasian, maka penyelenggaraan transmigrasi perlu diatur dengan Peraturan Pemerintah;

Mengingat arah dan tujuan penyelenggaraan transmigrasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitarnya, peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah, serta memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa. Peningkatan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitarnya sebagaimana dimaksud untuk diwujudkan melalui penyediaan kesempatan kerja dan peluang usaha, pemberian hak milik atas tanah, pemberian bantuan permodalan dan atau prasarana/sarana produksi, memfasilitasi pengurusan administrasi dengan badan usaha, peningkatan pendapatan, pendidikan dan pelatihan, pelayanan kesehatan, pemantapan ideologi, mental spiritual, sosial dan budaya. Peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah sebagai-mana dimaksud untuk diwujudkan melalui pembangunan pusat pertumbuhan wilayah baru atau mendukung pusat pertumbuhan wilayah yang sudah ada atau yang sedang berkembang.

Bapak Presiden (Ayah) yang kami (anak-anakmu) rindukan. Kami sesungguhnya tidak meminta supaya adanya pembangunan jalan raya di daerah kami. Kami juga tidak meminta supaya adanya pembangunan jembatan, dan jalan tol di daerah kami. Karena kami tahu bahwa itu cukup sulit. Kami juga sudah terbiasa dengan kondisi kehidupan kami yang (sesungguhnya memprihatinkan) serba jauh dari kesejahteraan dan kehidupan yang layak. Sesungguhnya kami menulis surat ini hanya untuk menuntut agar hak-hak kami sebagai warga Transmigrasi supaya dipenuhi. Kalau bahasa kami yaitu berikanlah kepada kami apa yang menjadi hak-hak kami sebagai warga Transmigrasi yakni lahan basah seluas 1 hektar yang pernah dijanjikan pemerintah. Kalau memang sudah tidak ada lahan kami meminta ganti rugi. Bagaimanapun juga kami adalah warga Indonesia yang layak untuk diperhatikan dan disejahterakan oleh pemerintah. Bapak Presiden Joko Widodo yang kami rindukan, sudi kiranya Bapak mengabulkan tuntutan kami. Sesungguhnya kami muak dengan keadaan ataupun kondisi kehidupan kami saat ini. Tetapi kami yakin dan percaya Bapak Presiden akan memperhatikan kami dan tidak membiarkan kami melarat berkepanjangan. Kami sering dengar tentang Bapak Presiden untuk membantu masyarakat kecil yang lemah. Jika mereka layak untuk diperhatikan kenapa kami tidak? Apakah kami masih dianggap sebagai warga negara Indonesia sehingga layak untuk diperhatikan?

Bapak Presiden yang kami rindukan, demikianlah surat terbuka ini kami buat sebagai curahan hati anak-anak warga Transmigrasi dan anak-anak bangsa ini. Sudikiranya Bapak Presiden bisa mengabulkan tuntutan kami ini. Ingin rasanya hati anak-anakmu ini bisa bertemu dengan Bapak Presiden di Istana tapi apalah daya kami tidak mampu membiayai perjalanan kami. Kami hanya menitipkan rindu ini melalui goresan ini. Salam rindu juga buat ibu kami ibu negara ibu Iriana. Salam!
Labuan Bajo, 23 Januari 2019
Hormat Saya,

Ttd

Saverinus Suryanto

 

Komentar