oleh

Tanyakan Honor UNBK, Cornelisa Nggonggoek Malah Dianiaya Bendahara BOS

Foto: Kapolsek Rote Tengah Ipda Feddy.C.E Toelle, SH

RADARNTT, Ba’a – Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, begitulah pepatah lama yang dialami oleh Cornelisa Nggonggoek seorang guru mata pelajaran Fisika pada SMA Negeri 1 Rote Tengah yang dianiaya oleh rekan gurunya bernama Jefta Lian, SE hanya gara-gara menanyakan honorarium ujian nasional berbasis komputer atau UNBK (Jumat,17/05/2019).

Kepada wartawan dikediamannya Cornelisa Nggonggoek mengungkapkan kekesalannya, atas tindakan rekan gurunya yang memukul dengan menggunakan buku jilid yang tebal sehingga mengakibatkan memar di kepalanya.

Hal tersebut dialami, saat dirinya menanyakan tentang honorarium ujian UNBK yang belum diterimanya, namun malang bagi Cornelisa karena bukan jawaban baik yang didapatkan, malah dianiaya oleh Jefta Lian bendahara dana BOS di sekolah tersebut.

“Saya menanyakan hal tersebut karena saya belum mendapatkan honor dari ujian nasional berbasis komputer namun tiba-tiba yang bersangkutan memukul meja yang ada di depan saya dan juga langsung memukul kepala saya dengan menggunakan buku jilid yang tebal tersebut,” ungkapnya.

Lanjut dikatakan Cornelisa, sebagai perempuan merasa dilecehkan dimuka umum, apalagi persoalan tersebut terjadi pada jam belajar mengajar disekolah maka ia merasa sangat terpukul dengan tindakan bendahara BOS tersebut.

“Sampai saat ini saya belum mendapatkan ungkapan maaf dari Jefta Lian maupun dari pihak sekolah untuk memediasi persoalan ini, dan masalah ini sudah saya laporkan ke pihak Kepolisian Sektor Rote Tengah,” ungkap Cornelisa dengan wajah kesal.

Sementara itu Kapolsek Rote Tengah Ipda Feddy.C.E Toelle, SH ketika dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya mengatakan, “Memang benar telah terjadi tindakan penganiayaan terhadap seseorang yang bernama Cornelisa Nggongogoek,S.Pd pada Tanggal 17 Mei 2019 berdasarkan laporan polisi No.Pol.LP/ 07/V/2019/NTT/RES RN/Sek Roteng,Tanggal 17 Mei 2019 tentang tindak pidana ‘Penganiayaan’ yang terjadi diruang piket SMA N 1 Rote Tengah, Kelurahan Onatali, Kecamatan, Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao.

Selanjutnya Kapolsek menjelaskan, “Terkait perkembangan proses penyelidikan hingga saat ini sudah dalam tahapan pemeriksaan saksi-saksi selain itu ada pula bukti visum yang sudah dikeluarkan oleh dokter yang sekaligus dijadikan barang bukti terhadap pasal yang disangkakan yakni tindak pidana penganiayaan. (TIM/SET/R-N)

Komentar