oleh

Tapal Batas Matim-Ngada Kembali Memanas, Satu Orang Tewas

RADARNTT, Bajawa – Tapal batas Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dan Ngada yang baru menorehkan prasasti perdamaian oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat pada Jumad 14 Juni 2018, kini kembali memanas dan satu orang warga tewas.

Diduga telah terjadi penyerangan warga masyarakat Desa Sanangkalo, Kecamatan Elar Selatan Matim terhadap masyarakat Desa Benteng Tawa 1, Kecamatan Riung Barat Ngada mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Tadeus Taang (65) warga dusun Roping Mook, Desa Benteng Tawa 1, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada.

Korban meninggal dunia ditemukan di Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Mapar yang merupakan daerah perbatasan antara Kabupaten Ngada dan Kabupaten Matim. Lokasi persawahan Lewur Gising, Desa Sanangkalo, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Matim.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini, kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu, 19/ 10/ 2019 sekitar pukul 10.30 WITA.

Kejadian berawal dimana pada saat itu ada sekelompok warga Masyarakat dari Desa Sanangkalo, Kabupaten Matim yang berjumlah kurang lebih 11 orang datang ke DAS Mapar untuk melakukan pembakaran terhadap kebun milik warga masyarakat Kampung Ruping Desa Benteng Tawa 1, Ngada.

Pada saat mereka melakukan pembakaran langsung dihadang dan dimarahi oleh para pemilik kebun termasuk korban. Selanjutnya warga masyarakat Desa Sanangkalo tidak terima dan mengejar korban serta para warga masyarakat Desa Benteng Tawa I yang berjumlah kurang lebih 10 orang.

Lalu para warga Desa Benteng Tawa 1 pun langsung lari ke arah ke Kampung Ruping, Desa Benteng Tawa 1. Korban yang pada saat itu tidak terima lalu balik mengejar para warga dari desa Sanangkalo, Kabupaten Matim sampai ke daerah persawahan milik Warga Masyarakat Kabupaten Matim.

Kemudian korban pun dianiaya warga desa Sanangkalo dengan cara memukul korban dengan menggunakan kayu mengenai betis, kemudian korban pun terjatuh lalu para pelaku  memotong korban dengan menggunakan sebilah parang mengenai kepala korban lalu dibakar.

Langkah yang diambil dari Polres Ngada mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan identifikasi.

Adapun alamat para pelaku berasal dari desa Sanangkalo, kecamatan Elar Selatan berjumlah 8 orang sedangkan 3 orang dari kelurahan Lempang Paji, kecamatan Elar.

Untuk mengamankan situasi, Kapolres Ngada AKBP Andhika Bayu Adhittama, S.I.K dan Dandim 1625 Ngada Letkol Inf. I Made Putra Suartawan bergerak menuju lokasi kejadian. (FX/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan