oleh

Tata Tertib Peserta Didik SMA Kristen Waikabubak Sah Dijalankan

RADARNTT, Waikabubak – Sejumlah tata tertib yang mengatur peserta didik di SMA Kristen Waikabubak Kabupaten Sumba Barat, NTT resmi dijalankan pasca disahkan oleh Ketua Komite dan pihak Sekolah bersama orang tua murid, pada Sabtu (28/92019) lalu.

Tata tertib peserta didik SMA Kristen Waikabubak yang dijalankan dan berlaku saat ini dengan menerapkan sistim poin dari setiap pelanggaran yang dilakukan oleh peserta didik. Beberapa jenis pelanggaran peserta didik dengan sistim poin diantaranya adalah:

  1. Peserta Didik yang Terlambat, poinnya 1 (satu).
  2. Peserta didik yang tidak berada di kelas mengikuti KBM, tetapi peserta didik hanya berkiliaran di luar kelas, poinnya 2.
  3. Peserta didik yang membuat tindakan yang mengganggu pelaksanaan KBM, poinnya 2.
  4. Peserta didik yang tidak mengerjakan Tugas/Pekerjaan Rumah (PR), poinnya 2.
  5. Peserta didik yang tidak mengikuti Upacara bendera, acara-acara Ibadah dan kegiatan-kegiatan yang ditetapkan sekolah, poinnya 2.
  6. Peserta didik yang mengkonsumsi makanan/minuman dalam kelas saat KBM berjalan, poinnya 5.
  7. Peserta didik yang tidak masuk sekolah tanpa berita, poinnya 7.
  8. Peserta didik yang Bolos, poinnya 10.
  9. Peserta didik yang memakai seragam sekolah tidak sesuai ketentuan, poinnya 2.
  10. Peserta didik yang memakai atribut tertentu selain atribut sekolah, poinnya 10.
  11. Peserta didik yang rambut tidak rapi, dicat, dilarik, alis dicukur, berkumis dan berjenggot, poinnya 5.
  12. Peserta didik yang menggunakan Make Up ( lipstick, eye shadow, eye liner, perona pipi, bedak tebal ), kuku panjang, mewarnai kuku, menggunakan perhiasan ( kecuali anting dan jam tangan ), poinnya 5.
  13. Peserta didik yang mengancam, memaki, melukai, mengajak berkelahi, merendahkan, melakukan tindakan asusila, dan mencemarkan nama baik guru, pegawai maupun sekolah baik secara langsung maupun lewat media, poinnya 100.
  14. Peserta didik yang mengotori barang milik orang lain. Harus diganti dan dikenakan skor pelanggaran, poinnya 5.
  15. Peserta didik yang membuang sampah tidak pada tempatnya, poinnya 5.
  16. Mengucapkan kata-kata kotor terhadap sesama peserta didik ( makian/penghinaan ), poinnya 10.
  17. Peserta didik yang tidak menghadirkan orang tua/wali di sekolah ( selambat-lambatnya 3 hari sejak surat panggilan dikeluarkan) walaupun sudah ada surat panggilan untuk menyelesaikan kasus pelanggaran tata tertib sekolah, poinnya 15.
  18. Peserta didik yang merusak sarana/prasarana sekolah ( mencoret/mengotori meja, kursi, tembok, listrik, air, laboratorium, perpustakaan, sound system, CCTV ) yang bersangkutan wajib menggantikan yang rusak, poinnya 25.
  19. Peserta didik yang membawa Handphone (HP) di sekolah (disita oleh sekolah dan hanya boleh di ambil oleh orang tua), poinnya 20.
  20. Peserta didik yang memanjat/melompat pagar atau jendela sekolah, poinnya 50.
  21. Peserta didik yang memprovokasi/berkelahi/bentrok fisik dengan peserta didik sesama sekolah dan peserta didik sekolah lain maupun masyarakat luar sekolah, poinnya 25.
  22. Peserta didik yang dengan sengaja merusak, mengambil, menghilangkan barang milik warga sekolah sehingga berakibat pada kerugian material dan atau keselamatan nyawa, harus diganti dan dikenakan skor pelanggaran, poinnya 50.
  23. Peserta didik yang membawa kaset/majalah/komik/gambar/VCD/DVD Porno, senjata tajam, senjata api, rokok, narkoba, alkohol di kelas/sekolah, poinnya 100.
  24. Peserta didik yang melakukan tindakan amoral, berkelahi/tawuran disertai dengan ancaman saat berada di luar sekolah dengan berpakaian seragam sekolah. ( Bila hal ini terjadi dan adanya laporan dari masyarakat atau pihak keamanan, maka peserta didik yang bersangkutan langsung dikeluarkan dari sekolah, poinnya 100.
  25. Peserta didik yang hamil/menghamili atau menikah sebelum mengakhiri pendidikan di sekolah, poinnya 100.
  26. Peserta didik yang terlibat perkara kriminal/pelanggaran UU ITE yang ditangani polisi ( yang bersangkutan ditahan/ sel ), poinnya 100.

Setiap Guru yang menemukan peserta didik yang melanggar tata tertib, maka guru tersebut berhak memberikan poin/skor pelanggaran sesuai pelanggaran apa yang dilakukan oleh peserta didik yang bersangkutan.

Apabila peserta didik yang mendapatkan poin pelanggaran, ketika di kumpulkan setiap poin pelanggran dan dijumlahkan mencapai 100 poin, maka peserta didik yang bersangkutan langsung dikeluarkan dari sekolah.

Tata tertib tersebut mengacu pada Surat Keputusan Kepala SMA Kristen Waikabubak dengan Nomor : 328/1.24.13.2/SMA.Kr/9/2019

Tata Tertib peserta didik SMA Kristen Waikabubak yang diberlakukan saat ini mendapat apresiasi yang tinggi dan disetujui oleh para orang tua/wali murid SMA Kristen Waikabubak sehingga disahkan oleh Ketua Komite Drs. Agustinus Niga Dapawole bersama Pihak Sekolah untuk dijalankan dan laksanakan di SMA Kristen Waikabubak. (AG/RN)

Komentar