oleh

Tax Amnesty Hasilkan 12 Miliar Lebih di Bulan Pertama

RADARNTT, Kupang – Sebulan diberlakukan kebijakan pengampunan keterlambatan pembayaran pajak kendaraan bermotor atau tax amnesty oleh Pemerintah Provinsi NTT, yang diberlakukan sejak 1 Agustus 2019, hingga Senin (9/9/2019) total pembayaran pajak mencapai Rp 12.225.858.231 dari target Rp 40 miliar.

Demikian kata Kepala Tata Usaha UPT Pendapatan Daerah Wilayah Kota Kupang, Rudi Wurarah, di ruangan kerjanya belum lama ini.

Rudi mengatakan, pemasukan pajak Rp 12 miliar lebih itu berasal dari pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) dari 2.512 unit kendaraan bermotor.

“Sejak diberlakukan tax amnesty, total pendapatan sudah Rp 12 miliar lebih dari pembayaran PKB 2.512 unit kendaraan”, kata Rudi.

Dia menyebutkan beberapa jenis kendaraan bermotor yang membayar PKB, yakni jenis mobil dan alat berat dari berbagai jenis dan tipe sebanyak 280 unit. Dan jenis sepeda motor sebanyak 2.222 unit.

Rudi menerangkan, pajak kendaraan jika dibayarkan sesuai jatuh tempo, tidak dikenakan denda. Namun jika terlambat membayar setelah tanggal jatuh tempo akan dikenakan denda sebesar 2 persen pada bulan pertama.

Jika dalam bulan pertama belum juga membayar, dendanya naik menjadi 4 persen di bulan kedua, dan menjadi 6 persen di bulan ketiga. Begitulah dan seterusnya untuk bulan-bulan selanjutnya.

Warga Kelurahan Naimata, Kota Kupang, Jakobus Toinjas merasa sangat terbantu dengan kebijakan keringanan denda pajak. Sepeda motor jenis Supra X, miliknya yang menunggak pembayaran pajak selama 3 tahun, hanya menyetor pokok pajak sebesar Rp 680.000.

“Saya sangat terbantu dengan kebijakan ini, karena pajak motor Supra X yang tunggak selama tiga tahun ini hanya menyetor pokok pajak enam ratus delapan puluh ribu rupiah,” ungkapnya, Sabtu (14/9/2019). (TIM/RN)

Komentar