oleh

Terkait Mangkraknya GOR Oepoi, PMII NTT Temui BPK

Foto: Aktivis PMII Kupang Bersama  Kasubag Humas BPK RI Perwakilan NTT Palti Laitera, S.P

RADARNTT, Kupang – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Bali-Nusra di Provinsi Nusa Tenggara Timur gelar audiensi bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTT pada hari Jum’at (02/08/2019) pukul 14.30 hingga selesai.

Kehadiran PKC PMII Bali Nusra di Kantor BPK RI Perwakilan NTT diterima langsung oleh Kasubag Humas Palti Laitera, S.P

Hasnu Ibrahim selaku Mandataris PKC PMII Bali Nusra di Provinsi NTT menyampaikan bahwa tujuan kehadirannya pada hari ini untuk mendapatkan laporan hasil pemeriksaan keuangan negara/daerah atas pembangunan Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Oepoi Kupang – NTT yang dibangun pada tahun 2012. Sehingga pada Tanggal 31 Juli 2019 kami melakukan advokasi langsung dilapangan, namun prestasi fisik atas pembangunan sarat akan potensi korupsi.

Data awal yang dimiliki PMII menyatakan Pembangunan Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Oepoi Kupang – NTT sebesar Rp 12 Milyar.

Alokasi anggaran untuk pembangunan tersebut berasal dari APBN sebesar Rp. 9 Milyar dan Sharing APBD NTT Rp. 3 Milyar. tukas Hasnu.

Selain itu data lain berhasil PMII ketahui berupa penjelasan Mantan Kadispora NTT yang menyebutkan bahwa dalam perjalanan pembangunan tersebut terjadi perubahan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) dari pihak internal Kadispora sendiri sebesar Rp. 36 Milyar.

Hasnu menambahkan, karena tidak sesuai prestasi fisik pekerjaan, seperti yang publik ketahui pada hari ini, pada tahun 2015 pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi NTT telah melakukan pemeriksaan fisik, yakni volume pekerjaan dan kualitas pekerjaan dengan meminta bantuan pihak Politeknik Negeri Kupang, dan hasil pemeriksaan menunjukkan sarat potensi korupsi.

PMII berpandangan hingga hari ini sangat sedikit orang baik di provinsi NTT untuk bekerja secara jujur demi membongkar para mafia dan perampok uang negara.

Oleh karena itu, besar harapan kami bahwa pihak BPK RI NTT sebagai lembaga negara bisa bermitra bersama kami dengan memberikan laporan hasil pemeriksaan atas pembangunan tersebut, tegas Hasnu Ibrahim.

Lebih lanjut dikatakan, “Karena data yang kami pegang dan data LHP BPK RI Perwakilan NTT menjadi rujukan kami meminta pertanggungjawaban Kadispora NTT dan mendesak Kejati NTT demi menetapkan tersangka atas dugaan skandal besar tersebut.”

Kehadiran aktivistas PMII NTT diterima secara langsung oleh Kasubag Humas Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Provinsi NTT Palti Laitera, S.P

Sementara itu Palti Laitera, S.P menyampaikan terima kasih terhadap PMII NTT yang senantiasa menjalankan fungsi kontrol sosial demi kemajuan daerah NTT.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh PKC PMII Bali Nusra di NTT, BPK RI Perwakilan NTT sedang mendalami persoalan ini. Selain itu pihak BPK akan konfirmasi ke Badan Keuangan Daerah terkait keberadaan aset tersebut.

Karena dalam laporan hasil pemeriksaan keuangan internal BPK RI NTT belum tercover persoalan Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Oepoi yang mangkrak sejak tahun 2012 tersebut.

Semenjak PKC PMII Bali Nusra di NTT memasukkan surat audiensi Tertanggal 31 Juli 2019 , petinggi kami di eselon III telah memberikan perintah agar segera mengkonfirmasi pihak bertanggung jawab atas pembangunan dan mengumpulkan hasil kerugian negara/daerah, kata Palti Laitera.

(Sumber : Puskominfo PMII NTT/SET/R-N)

Komentar