oleh

Usai Diambil Alih Pemprov NTT, Hotel Sasando Kupang Terus Beroperasi

RADARNTT, Kupang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengambil alih PT. Hotel Sasando Timor International secara full atau total pada 27 Juni 2019. Setelah diambil alih, manajemen tetap beroperasi sebagaimana biasa.

Hal ini disampaikan salah satu unsur Tim Transisi, Gabriel Kennenbudi ketika ditemui radarntt.co di Sasando International Hotel Kupang, Sabtu (13/7/2019) pagi.

Menurut Kennenbudi, pengambil alihan manajemen tidak mempengaruhi aktivitas karyawan hotel dalam melayani tamu.

“Pengambil alihan manajemen tidak mengganggu sistem kerja hotel, sejak diambil alih pada pukul 00:00 tanggal 25 Juni 2019 tidak ada terhenti sejam pun, aktivitas hotel tetap berjalan sampai saat ini”, terangnya.

Ia menjelaskan, karyawan hotel sebanyak 83 orang tetapi 15 orang unsur manajemen termasuk General Manajer tidak bekerja sama dengan manajemen baru dan memilih mengundurkan diri.

Sedangkan karyawan biasa, kata Kennenbudi, semuanya tetap bekerja sebagaimana biasanya dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan manajemen baru. Dan ini sesuai arahan Gubernur NTT agar tidak mengorbankan satu pun karyawan yang sedang bekerja, mereka tetap dipekerjakan seperti biasa.

Di masa transisi ini, pihaknya sedang melakukan pembenahan dan pemugaran seperlunya untuk menghadirkan fasilitas yang lebih baik. Termasuk membangun taman dan parkiran di bagian belakang dekat kolam renang, agar pengguna fasilitas kolam renang langsung masuk melalui pintu belakang.

“Pihak tim transisi sedang melakukan penataan manajemen dan pembenahan fasilitas hotel seperlunya. Agar tetap memberikan pelayanan yang baik kepada para tamu hotel”, imbuhnya.

Kennenbudi yang diserahi tugas membidani urusan teknis pengelolaan hotel, mengharapkan dukungan dan partisipasi masyarakat untuk tetap memilih hotel Sasando sebagai tempat menginap dan kegiatan.

Semua ini, kata Kennenbudi, dilakukan atas semangat menata dan menyelamatkan aset pemprov NTT, untuk dikelola lebih baik dan bermanfaat bagi peningkatan pendapatan asli daerah.

“Kita sedang menginventarisir ada kurang lebih 13 aset pemprov NTT yang harus segera dikelola secara baik dan benar untuk kepentingan daerah dan masyarakat”, tegas Kennenbudi. (Tim/RN)

Komentar