oleh

Usai Dilantik, PC PMII Lombok Timur Adakan Dialog Publik Tentang Radikalisme dan Terorisme

Foto: Suasana Pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Lombok Timur (PMII Lotim)

RADARNTT, Selong – Usai dilantik Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Lombok Timur (PMII Lotim) mengadakan Dialog Publik tentang Radikalisme dan terorisme di Aula Pendopo Bupati Lombok Timur (Selasa, 13/08/2019).

Dialog publik ini bertema “Penguatan Peran Da’i dan tokoh agama dalam pencegahan radikalisme dan terorisme.” Acara ini dihadiri oleh OPD Lingkup Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Unsur Kepolisian, Pengurus PC NU Lombok Timur, Sekjen PB PMII, PKC PMII NTB, dan semua kader dan alumni PMII Lotim.

Dalam sambutannya Ketua Cabang PMII Lombok Timur, Irwan Safari mengajak kepada semua kader dan anggota PMII Lombok Timur agar terus mengembangkan potensi diri baik di kampus maupun diluar kampus. Melalui potensi yang dimiliki oleh kader PMII siap mengawal kebijakan pemerintah Kabupaten Lombok Timur, ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, “Kami kader dan anggota PMII Lotim siap menjadi garda terdepan dalam memberantas paham radikalisme dan terorisme yang ada dilombok timur.”

Sementara itu Sekjen PB PMII Sabolah Al Kalamby mengungkapkan, bahwa PMII sudah menjelma menjadi organisasi paling besar di Indonesia secara nasional.

“Kita memiliki 230 Cabang. 17 cabang persiapan, dan 3 cabang istimewa di luar negeri dan jutaan kader seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Kemudian Sekjen PB PMII mengajak kader PMII Lotim, “Mari kita tingkatkan kualitas SDM kader PMII melalui kaderisasi yang sudah diatur dalam organisasi kita agar bebas dari paham radikalisme dan terorisme.”

Dan acara ini dilanjutkan dengan dialog yang diisi langsung oleh da’i muda dan tokoh pemuda Lombok Timur.

Dalam pemaparan materinya da’i muda, Ahmad Fatoni menyampaikan,  “Da’i dan tokoh agama sangat strategis dalam memotong paham radikalisme dan terorisme di Lombok Timur ini. Kita harus persempit perkembangan atau bahkan menghapus virus ini dari masyarakat kita.”

Selain itu pemaparan dari tokoh pemuda Lombok Timur, Rof’il yang menekankan, untuk bahu-membahu dalam mengatasi persoalan ini, baik itu tokoh agama, tokoh pemuda dan da’i memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan serta meluruskan paham kelompok radikal dan terorisme dengan Islam yang damai seperti yang tertera dalam tema dialog ini. (TIM/SET/R-N)

Komentar