oleh

Usung Spirit Ayo Berubah Untuk SDM Unggul Rumah Pintar Rayakan HUT ke-8

RADARNTT, Kupang – Merayakan HUT ke-8 Rumah Pintar Kupang mengedepankan spirit yang sejalan dengan semangat perubahan yang ada di Kota Kupang yang dicetuskan Walikota yakni gerakan Ayo Berubah dan relevan dengan program pemerintah pusat yaitu SDM Unggul Indonesia Maju.

Perayaan HUT yang mengusung tema ‘Dengan semangat HUT Rumah Pintar Sonaf Soet Hinef ke-8 kita tingkatkan keterampilan masyarakat Kota Kupang dalam semangat perubahan untuk menciptakan SDM yang unggul demi kemajuan bersama’ berlangsung di halaman kantor Rumah Pintar Kupang, Kamis, (12/9/2019).

“Kita elaborasi semangat ini di dalam HUT rumah pintar ini untuk memberikan layanan kepada masyarakat, sehingga tahun ini kita merayakan tiga lomba,” ujar Pengelola Rumah Pintar Kupang, Aram Pukuafu Kolifai.

Dalam acara HUT tersebut juga ada penyerahan hadiah untuk tiga jenis lomba yakni lomba mengikat motif bunga sepe, karya tulis ilmiah untuk SMP dan lomba pidato bahasa inggris tingkat SMA.

Pemenang tiga jenis lomba antara lain, untuk lomba mengikat motif bunga sepe pemenangnya yakni:
1. Yovita T. Purnama
2. Jublina Tari
3. Marselina Radja Bunga
4. Henderina Kale Ratu
5. Na’omi K. Djade
6. Ester Rame Deo

Pemenang lomba karya tulis ilmiah untuk SMP yakni:
1. Geneveva G.Q. Ngaodua dari NCIPS
2. Eunike M. Lado dari SMPN 15
3. Carla T. Kapilawi dari SMPK Genu
4. Grace K. Amalo dari Citra Bangsa
5. Grace A. Hohary dari SMPK Genu
6. Syaron Ndu Ufi dari Tunas Gloria

Pemenang lomba pidato bahasa inggris untuk SMA yakni:
1. Romana Da Costa Pinto dari SMAN 1
2. Bernadia L. Andrily dari SMAK Giovani
3. Angelina V. Hosang dari SMAK Mercusuar
4. Salsabila Ramadhania dari SMAN 3
5. Nada Mangempis dari SMAK Genu
6. Dhea I.M. Boiliu SMAN 7

Usai kegiatan, kepada media ini Aram Kolifai mengatakan bahwa Rumah Pintar sebagai lembaga pendidikan non formal yang ada di kota kupang diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang menjadi penambah, pengganti dan juga pelengkap daripada pendidikan formal.

Karena itu, menurutnya, upaya pertama yang dilakukan adalah dengan melahirkan dulu pijakan hukum berupa ijin operasional lalu diikuti dengan program kesejahteraan.

“Kenapa harus program kesejahteraan? Karena saya melihat disini banyak orang yang tidak memiliki kesempatan untuk menikmati pendidikan formal,” ujar Aram Kolifai

Menurut dia pendidikan non formal dalam program kesejahteraan yang dimaksud itu adalah pendidikan paket A, B dan C.

Tidak hanya itu, melihat kondisi bahwa di sekitar lokasi Rumah Pintar ada begitu banyak SDM yang belum dikelola secara baik, maka Rumah Pintar melakukan pengembangan dengan melakukan pendidikan kwirausahaan.

“Ibu-ibu disini banyak yang bisa menenun tapi mereka menenun hanya untuk kebutuhan insidentil bukan menenun untuk kebutuhan ekonomi dalam hal ini menambah kebutuhan ekonomi rumah tangga. Oleh karena itu saya himpun mereka, dari 20 orang ibu-ibu lalu saya desain proposal lalu ajukan ke kemendikbud untuk kami dibantu dengan program pendidikan kewirausahaan,” jelas Aram Kolifai

Selain itu, lanjutnya, Secara normatif didalam Rumah Pintar juga ada pendidikan anak usia dini dan pendidikan kecakapan hidup (life skill). “Kita mengambil ikonnya yaitu tenun ikat dan menjahit,” ungkapnya

Ada 7 sentra pelengkap di rumah pintar, jelas Aram Kolifai, yakni sentra buku atau taman bacaan, ada sentra sains, kriya atau keterampilan, PAUD, audio visual, ketahanan pangan, layanan mobile mobil pintar.

“Untuk layanan rumah pintar tidak terbatas pada jam kerja saja, kalau ada permintaan dari masyarakat maka hari liburpun kita tetap layani,” ujarnya

Sementara itu Plt. Kepala Dinas PPO Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si kepada media ini mengatakan bahwa dukungan dari pemerintah Kota sendiri saat ini belum bisa dilakukan secara maksimal.

“Tadi ada permintaan sumur bor ini yang perlu kita ini bicarakan khusus dengan pak Walikota dan juga DPR untuk bisa membantu rumah pintar untuk memenuhi kebutuhan yang paling urgent di rumah pintar ini agar mereka bisa punya air sendiri,” ujar Aram Kolifai.

Menurutnya, semoga permintaan ini dapat tersampaikan dengan usulan ke pemerintah kota dan dapat disetujui oleh DPR. “Oleh karena itu, kami minta pengelola rumah pintar untuk dapat membuat proposal yang isinya adalah kebutuhan prioritas utama,” pinta Aram Kolifai. (ND/RN)

Komentar