oleh

Warga Kupang Barat Minta Diperhatikan, “Karena Kami Juga Sumbang PAD”

RADARNTT, Oelamasi – Selama kurang lebih dua periode dipercaya oleh masyarakat setempat menjadi kepala desa di Desa Oetmanunu, terhitung sejak tahun 2000 sampai saat ini telah terjadi perubahan signifikan dalam hal infrastruktur jalan, perumahan dan sarana air bersih, kata Yulianus Laitoto.

      Yulianus Laitoto Kades Oetmanunu

Lebih lanjut ia menjelaskan, “Jalan aspal sekitar belasan kilo antara Dusun IV sampai Dusun III, Dusun IV sampai Dusun II, Dusun V sampai Sumlili serta dari RT 02 hingga SMK Negeri Kupang Barat Dusun 01 RT 01.

Menurut Kades Oetmanunu, pihaknya sudah mendapat bantuan perumahan yang diperuntukan bagi seratus kepala keluarga, dimana masing-masing kepala keluarga mendapat dana stimulan pembangunan rumah sebesar 15 juta rupiah. Selain itu disediakan pula bantuan 86 jamban sehat bagi setiap kepala keluarga dan bantuan sumur bor di tiga titik lokasi, antara lain, Dusun III Oelili mendapat satu titik lokasi , Dusun Dua Boneana mendapat satu titik lokasi dan yang terakhir di Dusun V satu titik.

Hal tersebut diatas disampaikannya kepada tim RadarNTT saat menyambangi kediaman Yulianus Laitoto Kepala Desa Oetmanunu, di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang (Jumat, 25/01/2019).

Beberapa perkembangan dan kemajuan signifikan tersebut menyisakan satu permasalahan akut dan kronis yang bertahun-tahun belum dituntaskan yakni jalan raya yang merupakan jalur transportasi nasional di Desa Oetmanunu berbatasan dengan wilayah Foenenok hingga Desa Tuanak, di mana ada beberapa titik àspal yang rusak dan kerusakan tersebut sangat extrim bagi masyarakat sekitar maupun masyarakat yang kebetulan melewati jalan tersebut.

Yulianus meminta kepada Pemerintah Provinsi NTT untuk memperhatikan kondisi ini sebab jalan itu menurut kades adalah jalan negara. “Seringkali kami usulkan untuk melakukan pengerjaan namun jawaban yang kami dapati jalan itu adalah jalan Negara yang nanti akan dikerjakan oleh pihak provinsi,” tukasnya.

Saya berulangkali menyampaikan keluhan-keluhan dalam musyawarah namun belum ada jawaban dari pihak provinsi, tandasnya.

Ia berharap, Pemerintah Provinsi dalam hal ini  Gubernur NTT dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk memperhatikan orang Kupang Barat supaya tahun ini dapat dikerjakan perbaikan jalan.

“Jika menunda sampai tahun depan otomatis kerusakannya akan semakin parah sedangkan PAD untuk pemerintah di sektor pariwisata, perikanan, pertanian cukup besar dari daerah ini,” pungkas Yulianus. (Yos Bolla/Set/RN).

Komentar