oleh

463 Kilometer Jalan Provinsi NTT Dikerjakan tahun 2020

-News-4.032 views

RADARNTT, Kupang – Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) segera menuntaskan 463,37 kilometer (km) jalan provinsi di tahun 2020, menggunakan tiga teknologi yaitu Grading Operation (GO), GO Plus dan HRS (hotmix).

Demikian kata Kabid Binamarga PUPR provinsi NTT, Adi Mboeik di hadapan Anggota Komisi IV DPRD provinsi NTT, saat monitoring pekerjaan jalan provinsi di Amarasi Kabupaten Kupang, belum lama ini.

Adi Mboeik menjelaskan, hingga saat ini jumlah panjang jalan provinsi yang belum dikerjakan adalah 906,12 km, yang tersebar di 22 Kabupaten/Kota. “Pada tahun 2020 pemerintah sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 821 miliar untuk menyelesaikan 463,37 km jalan provinsi,” ungkapnya.

Ia merincikan pengerjaan dengan tiga jenis teknologi yaitu: GO 252,18 km, GO Plus 25 km yang tersebar di 3 pulau besar (Timor, Flores dan Sumba), HRS 101,77 km dan pemeliharaan berkala HRS 84,42 km.

Pembangunan jalan provinsi, kata Mboeik, dikerjakan dengan aplikasi tiga teknologi ini (GO, GO Plus dan HRS) dilakukan semata-mata karena disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. “Karena keterbatasan anggaran sehingga tidak bisa dikerjakan semua menggunakan HRS, tetapi dikerjakan dengan tiga metode itu dan ditingkatkan pada tahun berikutnya secara bertahap untuk yang GO dan GO Plus,” imbuhnya.

Ia menjelaskan teknologi GO Plus menggunakan zat aditif Difa Soil Stabilezer atau bisa juga disebut pengerasan tanah dengan metode Soil Stabilizer. Zat aditif yang dicampur semen untuk memadatkan tanah, teknologi yang diperkenalkan PT. DIFA Mahakarya dari Sleman Yogyakarta.

“GO Plus menjadi pilihan rasional untuk segera membuka aksesibilitas di daerah sambil secara bertahap akan ditingkatkan dengan HRS, karena GO Plus memiliki usia ekonomis sampai delapan tahun,” tandas Mboeik.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi IV DPRD provinsi NTT, Alexander Take Ofong, bahwa hasil penjelasan pihak PT. Difa Mahakarya usia ekonomis penggunaan zat aditif Difa Soil Stabilizer adalah 8-12 tahun. “Sehingga metode ini bisa digunakan dan menjadi bangunan dasar, yang bisa langsung ditingkatkan dengan HRS atau hotmix pada tahun ke delapan,” ungkapnya.

Menurut Alex Ofong penggunaan metode GO Plus akan membuka isolasi wilayah dan memudahkan akses masyarakat, karena banyak ruas jalan provinsi yang dikerjakan dan bisa dimanfaatkan. “Karena teknologi ini lebih murah dikerjakan tetapi tidak kalah kualitas, jika dikerjakan dengan benar sesuai hasil uji laboratorium seperti ditentukan penemu zat aditif ini,” tegasnya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan