oleh

Achmad Baidowi: Partai Demokrat Bohong, BKH: Elit Kehilangan ‘Sense of Crisis’

-News-9.587 views

RADARNTT, Jakarta  – Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Achmad Baidowi menyerang balik anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Benny K Harman (BKH) yang berbohong soal alasan fraksinya melakukan aksi walk out dari rapat paripurna pengesahan UU Cipta Kerja. Apa yang disampaikan BKH itu tidak sesuai dengan fakta.

Padahal, Benny sempat menyebut salah satu alasan Fraksi Partai Demokrat walk out dari paripurna karena selama pembahasan RUU Cipta Kerja, tidak ada diskusi yang mendalam dan hanya asal ketok.

“Kalau bohong ‘macan’ apa dong? Seusai walk out dari ruang paripurna ketika diwawancara media, Benny K Harman bilang pembahasan main ketok-ketok tanpa diskusi. Jelas ini bohong karena faktanya Benny K Harman ikut berdiskusi, ikut mendalami sebuah pasal sebelum diputuskan,” kata Baidowi dilansir suarapemred.co, Kamis (8/10/2020).

Karena itu, lanjut Awiek – sapaan akrabnya, menilai wajar kalau ada yang menduga aksi walk out Partai Demokrat itu sudah direncanakan atau setting-an. Tak lebih Partai Demokrat agenda melakukan ‘drama politik’.

“Jadi, kalau ada yang menduganya sebagai setting-an ya enggak bisa disalahkan. Namun kami ingin tegaskan bahwa Demokrat awalnya menarik diri dari panja. Namun di tengah jalan ikut membahas, bahkan sangat aktif. Ada Pak Hinca Pandjaitan, Benny K Harman, Bambang Purwanto,” jelas Wasekjen PPP itu.

“Tapi, biarlah publik yang menilai drama-drama politik tersebut. Kalau mau mendramatisasi sikap politiknya, toh itu hak Demokrat,” pungkasnya.

Menurut BKH, elit bangsa seperti sedang kehilangan sense of crisis (kepekaan menghadapi krisis), sehingga dipaksakan untuk dibahas dan ditetapkan RUU Cipta Kerja di tengah suasana rakyat sedang sakit akibat bencana pandemi Covid-19.

Dihubungi terpisah, Jumat (9/’10/2020) sore via WhatsApp, BKH menegaskan bahwa pernyataan yang mengatakan partai Demokrat berbohong itu dungu, tidak masuk akal dan menyesatkan. Karena, partai Demokrat punya alasan substansi dan konstitusional untuk menolak pembahasan RUU Cipta Kerja. “Hehehe, dungu,” jawab BKH singkat, saat dikonfirmasi media ini terkait pernyataan Achmad Baidowi.

Sebagaimana disampaikan sebelumnya, dilansir kompas.com, Ketua Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat Ossy Dermawan menilai, di tengah situasi pandemi Covid-19, pembahasan RUU Cipta Kerja tidak memiliki urgensi dan kegentingan memaksa.

“Di masa awal pandemi, prioritas utama negara harus diorientasikan pada upaya penanganan pandemi, khususnya menyelamatkan jiwa manusia, memutus rantai penyebaran Covid-19, serta memulihkan ekonomi rakyat,” kata Ossy dalam keterangan tertulis, Minggu (4/10/2020) dilansir kompas.com. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan