oleh

Aleksius Marianus Adu,SH: Ini Hanya Masalah Miskomunikasi

-Matim, News-1.085 views

RADARNTT, Borong – Kuasa Hukum Sales Medi, Aleksius Marianus Adu,SH,  menjelaskan kejadian yang menimpa kliennya Sales Medi dan Kristin Carvallo merupakan sebuah kejadian miskomunikasi dan berujung misunderstanding, hal ini disampaikan Marianus Adu, saat dijumpai media ini kantornya yang beralamat di Wae Reca, jalan Lintas Flores, desa Nanga Labang kecamatan Borong, Manggarai Timur, Jumat (04/12/2020)

“Menurut hemat kami ini bukan sebuah perkara. Karena bersifat situasional dan insidentil.” ungkap Aleks Adu.

Aleks mengatakan bahwa kejadian itu sangat situasional, coba dibayangkan bagaimana Klien kami berada di puskesmas Borong dari pukul 13.00 dan korban baru mendapatkan tindakan medis pada pukul 20.00 wita, dan terjadi miskomunikasi lantantaran korban baru mendapatkan fasilitas rawat inap pada pukul 00.50 wita.

“Bisa saja klien kami Sales Medi dan Kristin Carvallo sama sama berada pada mengalami kelelahan, oleh karenanya situasinya tidak kondusif. Sehingga terjadi miskomunikasi, dan menurut saya sangat manusiawi,” tutur Aleks.

Berhubung kedua belapihak sudah saling melapor kepada pihak kepolisian,  maka dalam proses pemeriksaan materil/pidana harus berbasis pada Lokus dan Tempus delikti. dirinya menghimbau agar  pihak-pihak yang bukan merupakan saksi di tempat kejadian perkara (TKP) untuk tidak ‘menggoreng-goreng’ situasi ini.

“Kejadian ini harus dilihat secara obyektif dan proporsional berbasis pada fakta kejadian, bukan persepsi atau opini,” tegas Aleks Adu.

Berhubung persoalan ini belum menjadi sebuah perkara atau kasus karena masih level penyelidikan, untuk itu kami sambut baik keinginan maupun upaya-upaya positif dari PPNI Pusat maupun PPNI NTT yang sudah terkonfirmasi melalui pembicaraan video call dan pesan whatsapp bahwa beliau-bliau akan hadir hari Selasa, (08/12/2020) mendatang di Borong.

“Klien kami dan Kristin adalah putra putri terbaik Manggarai timur yang sudah mendapat kepercayaan masyarakat untuk masuk ke ruang publik, guna mengemban tugas- tugas pelayanan kepada masyarakat,” kata Aleks.

Menurutnya, melalui peristiwa ini semoga akan ada perubahan dan perbaikan serta peningkatan mutu pelayanan, baik di DPR dan Kesehatan, tugas moral dan profesional saya terletak pada bagaimana saya mengerti dan memahami keinginan masyarakat dan tidak sekedar menyangkut urusan bersifat teknis hukum.

“Kita ini orang Manggarai yang seharusnya menjunjung tinggi kearifan dan keluhuran budaya Manggarai, Hentikan “neka pande ritak”, jangan bikin malu,” lanjutnya degan tegas.

Aleks mengajak semua pihak agar mengambil makna dari peristiwa ini dalam rangka perbaikan, mindset dan semangat harus sama menuju pada suatu perubahan. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan