oleh

Amon Djobo: Ekspo Alor Ditutup Agar Masyarakat Pulang Persiapan Lahan

-News-393 views

RADARNTT, Kalabahi – Ekspo Alor XIV dan Alor Karnaval VII Tahun 2020 yang direncanakan berlangsung selama enam hari dari tanggal 28 September hingga 3 Oktober bakal ditutup lebih cepat Kamis, 1 Oktober 2020 malam oleh Bupati Alor Amon Djobo.

Penutupan ekspo tersebut bukan karena adanya ketakutan terhadap pandemi Covid-19 atau tuntutan dari elemen masyarakat maupun DPRD Kabupaten Alor, tetapi perlu dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat terutama masyarakat dari 17 kecamatan agar dapat kembali ke desa masing-masing untuk menyiapkan lahan pertanian musim tanam tahun 2020.

“Besok malam saya tutup kegiatan ekspo Alor sehingga masyarakat dari kampung bisa kembali persiapkan lahan tanam untuk penguatan ketahanan pangan, bukan karena takut corona virus atau karena tuntutan elemen masyarakat. Ekspo Alor tidak ditutup ataupun ditutup pun corona tetap ada,” ujar Bupati Alor Amon Djobo kepada sejumlah wartawan saat jumpa pers di ruang kerjanya, Rabu pagi (30/9/2020).

Penyelenggaraan Ekspo Alor, lanjut Bupati Djobo untuk kepentingan masyarakat dan daerah. Ekspo menurutnya untuk mempromosikan budaya dan pariwisata daerah serta mengangkat harga diri daerah termasuk mendisiplinkan masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan penangan covid.

Oleh karena itu, ditengah pandemi covid, Pemerintah Daerah menyelenggarakan Ekspo Alor. Ini semata-mata untuk kepentingan masyarakat dan daerah. Juga sejalan dengan arahan Presiden dan Gubernur NTT agar di tengah pandemi covid kepala daerah dapat melihat kearifan lokal dan melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk peningkatan ekonomi masyarakat dengan mengikuti protokol kesehatan.

Ia harapkan, usai penutupan ekspo masyarakat dapat kembali ke desa untuk menyiapkan lahan tanam, tentu saja dalam aktifitas persiapan lahan wajib mengikuti protokol kesehatan sebab pandemi corona masih tetap ada karena sampai saat ini belum ada faksin penyakit akibat corona.

“Presiden telah tegaskan kita harus bersahabat dengan covid, bersahabat bukan berarti kita takut dan tidak melakukan aktifitas. Walaupun covid tapi semua aktifitas masyarakat dan pemerintahan harus jalan, inilah kehidupan di era new normal, kita harus kerja tapi tetap mengikuti dan mentaati protokol kesehatan,” tandas Bupati Djobo.

Untuk ketaatan terhadap protokol kesehatan, Bupati Djobo katakan, Pemerintah Daerah selalu melakukan evaluasi setiap hari terkait kedisiplinan pengunjung ekspo terhadap protokol kesehatan. Apakah pengunjung itu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak ataukah tidak selama mereka berada dalam arena ekspo.

Terkait pernyataan dari oknum pejabat bahwa ekspo Alor dibatalkan oleh DPRD Alor, Bupati Djobo tegaskan tidak benar karena DPRD Alor hanya mengusulkan penyelenggaraan ekspo ditunda.

“DPRD tidak membatalkan, dalam aturan hanya ada dua pilihan DPRD menerima atau menolak usulan pemerintah. Dalam persidangan DPRD menerima semua usulan pemerintah. Jadi tidak benar apa yang dibicarakan pejabat tersebut bahwa DPRD membatalkan ekspo, Pejabat seperti itu tidak pantas jadi pemimpin, karena seorang pemimpin harus berani dan hadir bersama masyarakat dalam suasana apapun baik mengenakan maupun tidak mengenakan,” kata Bupati Djobo.

Berkenaan adanya kritikan dari elemen masyarakat, Bupati Djobo menerima kritikan tersebut. Namun, Ia harapkan harus ada solusinya juga, bukan hanya kritikan kosong yang diberikan.

Diharapkan para wartawan memanfaatkan waktu tersisa dari penyelenggaraan ekspo Alor untuk mengamati situasi selama ekspo berlangsung dan dipublikasikan kepada masyarakat melalui media masing-masing.

“Teman-teman boleh muat berita baik maupun buruk tapi harus dengan solusinya,” pinta Bupati Djobo.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Forkopimda dan masyarakat serta semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan Ekspo Alor dan Alor Karnaval tahun 2020.

“Terima kasih kepada Pak Kapolres dan Pak Dandim bersama jajarannya, Satpol PP dan semua pihak yang telah bekerja begitu luar biasa mendukung pelaksanaan ekspo dan Alor karnaval tahun 2020,” ungkap Bupati Djobo diakhir jumpa pers.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Alor, Deni Padabang kepada media ini mengatakan bahwa sejak awal fraksi NasDem sudah mengingatkan pemerintah agar mempertimbangkan kembali pelaksanaan ekspo dan karnaval Alor tahun 2020, mengingat kondisi saat ini dunia sedang dilanda pandemi Covid-19.

“Kita meminta pemerintah untuk mempertimbangkan pelaksanaan ekspo dan karnaval dalam situasi pandemi, untuk pencegahan dini lebih diutamakan dari pada mengobati,” kata Deni Padabang via seluler.

Oleh karena itu, tegas Deni Padabang, sejak awal baik melalui forum resmi di DPRD maupun di luar, fraksi NasDem senantiasa memberi masukan agar pemerintah mempertimbangan pelaksanaan ekspo dan karnaval tahun 2020 agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan bersama. (LK/PKP/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan