oleh

Anggota DPRD NTT Tolak Buka Sekolah, SMA/SMK Mulai KBM saat ‘New Normal’

-News-1.936 views

RADARNTT, Kupang – Komisi V DPRD Provinsi NTT meminta Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT agar tidak membuka sekolah saat new normal yang rencana mulai berlaku 15 Juni 2020.

Mengingat kasus positif Covid-19 semakin meningkat dan sudah ada transmisi lokal, 16 kasus transmisi lokal di Kota Kupang dan empat kasus di Kabupaten Ende.

“Prinsipnya jangan dulu buka sekolah saat new normal yang direncanakan mulai tanggal 15 Juni 2020, karena sangat riskan bagi anak-anak dalam hal ketaatan pada protokol kesehatan,” tegas Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, Yunus Hugu Takandewa saat membuka Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Selasa, (9/6/2020) siang.

Yunus Takandewa mengatakan, meskipun sudah ada protokol di setiap unit dan bidang kerja, tetapi untuk pendidikan sebaiknya jangan dulu membuka sekolah saat ini karena ketaatan pada protokol kesehatan oleh siswa sulit dikontrol. Di saat kasus positif masih terjadi dari waktu ke waktu meskipun menurun perkembangan harian tetapi kumulatif semakin meningkat dan ada kasus transmisi lokal.

Sehingga ia mengusulkan agar pemerintah menggunakan skema pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (Daring) dan luar jaringan (Luring) yang tentunya menyesuaikan dengan kondisi dan karakteristik masing-masing sekolah.

“Pembelajaran Daring dan Luring masih mungkin untuk dikombinasikan saat ini, disesuaikan dengan kondisi sekolah,” kata Takandewa.

Untuk sekolah yang bisa akses internet, lakukan belajar online, Sedangkan bagi yang tidak ada internet, bisa belajar ofline dengan pola yang dibuat kreatif. Seperti guru mendatangi siswa di rumah-rumah untuk membagi bahan ajar dan tugas kepada siswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Benyamin Lola menyampaikan bahwa untuk pendidikan jenjang SMA/SMK tetap melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan sistem shift dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Untuk jenjang pendidikan SMA/SMK akan dibuka kegiatan belajar mengajar secara terbatas dengan shift sambil menerapkan protokol kesehatan,” kata Benyamin Lola.

Dia menyebutkan, saat ini di NTT ada 73 SMA/SMK, terdiri dari 43 SMA dan 30 SMK yang siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar reguler dengan menjalankan protokol kesehatan.

Proses ini, kata Benyamin Lola, diharapkan bisa memberikan pendidikan dan pembelajaran kepada siswa yang akan segera beranjak dewasa agar mandiri dan bisa mengatur pola hidup sehat, belajar dari pendemi Covid-19.

“Siswa SMA/SMK diharapkan bisa belajar dari situasi pandemi ini untuk mandiri menjaga pola hidup sehat dan tertib,” kata Bemyamin Lola.

Untuk itu, pihaknya sedang menyiapkan panduan belajar yang akan segera ditetapkan dan dibagikan ke semua satuan pendidikan agar menjadi pedoman dalam kegiatan belajar mengajar.

Secara terpisah, kepada media ini via seluler pengamat manajemen pendidikan, Fredrik Abia Kande mengatakan, pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) tentu harus dibedakan dengan pelaksanaan tahun ajaran baru. Kalau pelaksanaan tahun ajaran baru, “Saya kira bisa berlangsung, akan tetapi berkaitan dengan pelaksanaan PBM harus memperhatikan zona penyebaran Covid-19,” tegasnya mengingatkan.

Karena gugus tugas Covid-19 nasional telah merilis mana kabupaten/kota yang boleh menerapkan new normal maka pelaksanaan PBM pada suatu wilayah juga disesuaikan dengan rilis gugus tugas tersebut. Namun sekalipun di zona hijau harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dan dapat menggunakan sistim sift.

Sedangkan pada wilayah dengan tingkat risiko tinggi atau zona kuning dan merah, kata Kande, dapat melaksanakan PBM secara online maupun offline dengan dapat mengadopsi pendekatan pembelajaran jarak jauh yang telah dipelopori oleh Universitas Terbuka (UT). Tentu hal ini membutuhkan kesiapan bahan pembelajaran seperti modular yang berstandar nasional.

“Jadi, intinya apapun model dan pendekatan pembelajaran demi menjaga kelangsungan pendidikan generasi muda dan agar pendidikan tidak mengalami setback,” pungkasnya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan