oleh

Ansy Lema Soroti Problematika Swasembada dan Impor Bawang Putih

RADARNTT, Jakarta – Politisi muda Senayan dari fraksi PDI Perjuangan, Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema) menyoroti kebijakan pemerintah terkait swasembada bawang putih, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi IV dengan Perkumpulan Pengusaha Bawang Putih dan Aneka Umbi Indonesia (Pusbarindo), pada Senin (20/1/2020).

Dalam rapat perdana di masa sidang pertama tahun 2020 tersebut, Ansy Lema  menyoroti perihal orientasi kebijakan pemerintah mengenai swasembada bawang putih. Menurut dia terdapat beberapa hal yang patut dikritisi,  yaitu:

Pertama, pada kenyataannya Indonesia sangat menggantungkan diri pada produksi bawang putih impor. Berdasarkan data BPS, rata-rata luas area tanam bawang putih di Indonesia dalam 5 tahun terakhir (2014-2018) adalah 2.807,8 hektar dengan rata-rata produksi sebesar 23.429,8 ton per tahun.

“Sementara itu, kebutuhan konsumsi bawang putih dalam negerinya per tahun mencapai kisaran 500.000 ton. Artinya, terjadi defisit produksi, sehingga pasokan bawang putih dalam negeri dipenuhi dari aktivitas impor. China menjadi negara komoditas impor bawang putih,” kata Ansy.

Kedua, target swasembada bawang putih pada 2021. Kementerian Pertanian (Kementan) mencanangkan target swasembada tahun depan. Salah satu kebijakan yang diambil Kementan untuk mencapai hal tersebut adalah bagi para importir ditetapkan aturan wajib tanam 5% dari jumlah bawang putih yang diimpor.

“Penekanan yang kemudian saya sampaikan adalah kebijakan yang diambil Kementan terhadap importir bawang putih adalah kebijakan sekunder. Padahal, yang dibutuhkan adalah kebijakan primer, yaitu terkait perbaikan produksi domestik,” tegas Ansy. Jadi, menurut dia, yang mesti dilakukan adalah ekstensifikasi lahan bawang putih. Dengan rata-rata luas area tanam hanya 2.807,8 hektar per tahun, bagaimana bisa swasembada bawang putih bisa terwujud?

Terlebih, juga terdapat permasalahan implementasi. Kata Ansy, Berdasarkan catatan Pusbarindo, total Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk komoditas bawang putih yang dikeluarkan Kementan sepanjang 2017 hingga 2019 mencapai dua kali lipat dari kebutuhan nasional yang berkisar 500.000 ton. Kuota impor bawang putih melebihi kebutuhan.

“Bagaimana kondisi ini bisa terjadi? Hal ini sangat perlu menjadi perhatian, dan Kementan harus dapat memberikan pertanggungjawaban secara rasional. Apalagi, jumlah anggaran yang diajukan Kementan dalam mengembangkan bawang putih pada 2020 mencapai Rp 1,6 triliun,” tegas Ansy Lema. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan