oleh

Aturan Baru Menjelang Natal dan Tahun Baru

RADARNTT, Jakarta Pemerintah mengeluarkan aturan baru. Kebijakan tersebut dikeluarkan sebagai upaya pengendalian terhadap penyebaran Covid-19 yang dalam beberapa hari terakhir ini terus meningkat.

Aturan itu menyebut, setiap orang yang keluar masuk suatu daerah harus menyertakan antigen hasil tes cepat. Penerapan kebijakan wajib rapid tes antigen atau PCR dilakukan di Jawa dan Bali selama periode Natal dan Tahun Baru, yaitu 18 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021. Keberangkatan dari Jawa dan Bali wajib PCR atau antigen tes cepat.

Keputusan itu mengacu pada pengalaman pasca libur dan cuti bersama Oktober lalu. Di mana setelah masa libur panjang itu, kasus Covid-19 meningkat secara signifikan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, keputusan itu langsung ditindaklanjuti di wilayah Jabodetabek.

“Kami memberlakukan hal ini, Pak Menko, dan saya harap di satu kawasan Jabodetabek juga diberlakukan kebijakan yang sama,” kata Anies dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali secara virtual yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Senin (14/12/2020).

Keputusan itu langsung ditindaklanjuti daerah di Jawa dan Bali. Di Jakarta, Gubernur Anies mengeluarkan aturan kewajiban setiap orang yang keluar dan masuk ke daerahnya menyertakan hasil tes cepat antigen. Aturan itu berlaku sejak 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

Kebijakan menyertakan hasil rapid test antigen, menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, sesuai untuk penumpang semua jenis angkutan, baik darat, laut, maupun udara. Namun aturan ini tidak pribadi untuk mereka yang tidak punya kendaraan bermotor.

Tak hanya itu, selama 18 Desember 2020 hingga 8 Januari itu, pemerintah DKI Jakarta juga melarang orang berkerumun. Bagi masyarakat yang berkerumun lebih dari lima orang pada periode itu bakal dikenai sanksi. 

Sanksinya: Pertama, sanksi administratif teguran tertulis; Kedua, sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum dengan rompi; atau Ketiga, denda administratif paling sedikit Rp100.000 dan paling banyak Rp250.000.

Aturan itu tertuang dalam Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pengendalian Kegiatan Masyarakat dalam Pencegahan Covid-19 di Masa Libur Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Aturan wajib rapid test juga berlaku di Jawa Barat, Yogyakarta, Bali, dan Jawa Tengah.

Di Jawa Barat, masyarakat yang datang ke lokasi wisata di wilayah Jawa Barat harus menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 hasil tes cepat antigen atau swab PCR yang tersedia selama 14 hari sejak diterbitkan.

Aturan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 202/KPG.03.05/HUKHAM tentang Pelarangan Tahun Baru 2021 dan Pencegahan Kerumunan Massa. Surat yang ditujukan kepada bupati/walikota se-Jawa Barat tersebut meminta protokol pengetatan kesehatan di daerah tujuan wisata.

Pemberlakukan aturan ini sama dengan Jakarta yakni 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

Selain negatif Covid-19, para kepala daerah di Jawa Barat juga wajib membatasi jumlah pengunjung dengan memberlakukan sistem reservasi dan pendataan wisatawan.

Demikian juga pemerintah Bali. Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, mereka membedakan tes yang wajib dilakukan mereka yang menggunakan jalur laut-darat dan udara.

Bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang akan memasuki wilayah Bali melalui jalur udara wajib menunjukkan hasil negatif Covid-19 berbasis tes PCR. Sementara itu bagi mereka yang melakukan perjalanan melalui jalur darat dan laut harus menunjukkan hasil negatif antigen tes. Peraturan itu mulai 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

Mengenal Antigen Tes Cepat

Apa beda rapid test antigen dan rapid test antibodi? Tes cepat antigen keberadaan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, bukan antibodi tubuh terhadap penyakit Covid-19.

Karena yang dideteksi keberadaan virusnya makan rapid test antigen lebih akurat dibandingkan rapid tes antibodi. Sebab antibodi kadang belum muncul di awal-awal seseorang terjangkit Covid-19, sehingga terjadi false negative (hasil negatif padahal sebetulnya pasien terinfeksi).

Jadi, antibodi belum terbentuk ketika orang terjangkit Covid-19, hasil rapid test akan mengeluarkan hasil negatif.

Kedua hasil tes cepat itu sama-sama cepat yakni dalam waktu kurang lebih 30 menit.

Menurut dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Erlina Burhan, antigen tes cepat juga berbeda dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Rapid tes antigen tetap membutuhkan metode swab dari hidung atau tenggorokan untuk mengambil sampel antigen adalah protein yang dikeluarkan oleh virus, termasuk Covid-19.

“Kalau PCR ini deteksi semua bagian virus, kalau antigen ini bagian luar virus saja. Akurasi memang tetap di bawah PCR yang masih standar emas,” ujar Erlina.

Lokasi dan Harga

Antigen tes cepat memang lebih mahal dibanding tes antibodi cepat. Biaya rapid test antibodi rata-rata hanya Rp 150.000. Sementara antigen tes cepat bervariasi. Berikut:

1. RS Primaya (Bekasi, Tangerang, Karawang)
Harga: Rp500.000
Hasil tes: Hari yang sama
Jadwal tes: Setiap hari

2. MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Harga: Rp499.000-699.000
Hasil tes: 1-2 jam

3. Klinik Tridatama Pasar Minggu
Harga: Rp349.000.
Hasil tes: Same day
Lokasi: CIBIS Park – No.2, Jalan TB Simatupang, Cilandak Tim., Kec. Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan.

4. Klinik Raditya Medical Center, Depok
Harga: Rp399.000-474.000
Hasil tes: Hari yang sama

5. RS Harapan Sehati (Bojong Gede, Bogor)
Harga: Rp150.000
Hasil tes: 30 menit

6. Lab Klinik Cakra Medika Bekasi
Harga: Rp250.000
Hasil tes: 1 jam

7. Farmalab Airport Health Center Bandara Soekarno Hatta
Harga: Rp200.000
Hasil tes: sekitar 15 menit setelah pengambilan sampel

8. Farmalab Airport Health Center Bandara Husein Sastranegara, Bandung
Harga: Rp170.000
Hasil tes: sekitar 15 menit setelah pengambilan sampel

9. Klinik Hanuro, Bekasi
Harga: Rp300.000
Hasil tes: 1-2 jam setelah pengambilan sampel.

10. Bandara I Gusti Ngurah, Bali
Harganya Rp170 ribu dengan hasil tes selama 1 jam.

11. Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang
Harganya Rp170 ribu dengan hasil tes selama 1 jam.

12. Bandara Internasional Yogyakarta, Kulonprogo
Harganya Rp170 ribu dengan hasil tes selama 1 jam

13. Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar
Harganya Rp175 ribu dengan hasil tes selama 1 jam.

14. Bandara Juanda, Surabaya
Harganya Rp170 ribu dengan hasil tes selama 1 jam.

15. Bandara Adi Soemarmo, Solo
Harganya Rp170 ribu dengan hasil tes selama 1 jam.

16. Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin
Harganya Rp170 ribu dengan hasil tes selama 1 jam.

17. Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng
Harganya Rp200 ribu dengan hasil tes selama 15 menit

Tes PCR

1. Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng
Harganya Rp800 ribu dengan hasil tes PCR 24 jam setelah pemeriksaan.

2. Bandara Husen Sastranegara, Bandung
Harganya Rp800 ribu dengan hasil tes PCR 24 jam setelah pemeriksaan.

3. Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali
Harganya Rp900 ribu dengan hasil tes PCR 48 jam setelah pemeriksaan.

4. Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar
Harganya Rp900 ribu dengan hasil tes PCR 48 jam setelah pemeriksaan.

(InfoPublik/TIM/RN )

Komentar

Jangan Lewatkan