oleh

Ayo! Ikuti Seminar Daring Pandangan OMS-LSM terhadap RUU Penanggulangan Bencana 2020

RADARNTT, Jakarta – Di tengah percaturan Covid-19 dan New Normal terjadi proses RUU Penanggulangan Bencana 2020 yang intensif. Alih-alih merevisi UU Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, DPR menyusun RUU dengan banyak substansi baru.

Pada tanggal 8 Juni 2020, Presiden menunjuk Kemenko PMK untuk memimpin penyusunan respon pemerintah, rencananya sampai minggu kedua Juli 2020. Tentunya proses ini mempunyai potensi implikasi serius terhadap peran negara, pemerintah, OMS-LSM, pemangku kepentingan dan warga negara.

OMS-LSM memandang hasil akhir RUU Penanggulangan Bencana 2020 ini krusial mengingat respon dan pemulihan dari Covid-19. Lagipula, UU Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana adalah satu dari sedikit legislasi yang didorong masyarakat sipil sehingga dikenal di dunia sebagai legislasi progresif.

SEJAJAR telah menjaring masukan substansial dan potensi pandangan alternatif OMS-LSM terhadap RUU Penanggulangan Bencana 2020. Antara lain, perlunya membarukan paradigma dan prinsip dasar yang tertinggal jaman, mengatasi kelemahan kelembagaan dan simpang siur hubungan pusat-daerah, memagari pendanaan dari korupsi, memastikan kesetaraan terutama terkait gender dan pendekatan inklusif terhadap keragaman terutama kelompok paling berisiko termasuk penyandang disabilitas, serta mendesak pengakuan terhadap peran dan sumbangsih organisasi kemasyarakatan.

Dengan semangat keterbukaan, SEJAJAR
bersama Aliansi Masyarakat Sipil untuk Penguatan UU PB (AMPU), secara aktif dan intensif mengajak OMS-LSM untuk ikut serta dalam proses legislasi ini melalui Seminar Daring (Semidaring) edisi XIX dan bersama-sama membahas pandangan OMS-LSM terhadap RUU Penanggulangan Bencana 2020.

Semidaring SEJAJAR XIX bertujuan: 1) Sosialisasi pandangan dan masukan OMS-LSM untuk RUU Penanggulangan Bencana;  2) memahami hal ihwal, perkembangan, dan isi RUU Penanggulangan Bencana; 2) membahas potensi implikasinya terhadap publik;

Seminar Daring ini menghadirkan Nara Sumber: Titi Moektijasih (UN OCHA), Khotimun Sutanti (Asosiasi LBH APIK Indonesia dan MDMC), Puji Pujiono (Pujiono Centre dan Pemrakarsa SEJAJAR), Catur Sudiro (Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), Robert Sulistyo (International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) dan dimoderatori oleh Nukila Evanty dari Amcolabora Institute.

Seminar Daring akan berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2020, pukul 14:00-16:00 WIB. Registrasi paling lambat Selasa, 21 Juli 2020, pukul 12:00 WIB melalui link:
https://bit.ly/semidaringsejajar19. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan