oleh

Banyak Dokter meninggal diduga minim APD dan jumlah Tenaga Medis

RADARNTT, Kupang – Corona virus disease atau Covid-19 memakan korban tenaga medis, setidaknya puluhan tenaga medis (dokter dan perawat) meninggal dunia usai merawat pasien Covid-19. Kondisi ini diduga akibat minimnya alat pelindung diri dan jumlah tenaga medis.

Tingginya angka kematian tenaga medis bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu kekurangan alat pelindung diri (APD) standar untuk tenaga medis, dan juga karena perbandingan jumlah tenaga medis yang tidak sebanding dengan jumlah pasien, demikian kata dr. Christian Widodo kepada media ini, Senin, (6/4/2020).

“Selain APD yang memang masih kurang, jumlah tenaga medis berbanding pasien juga tidak sebanding, itulah sebabnya kita semua diminta untuk tinggal di rumah dulu, bekerja dan belajar dari rumah,” kata dr. Christian Widodo.

Bagi dokter dan perawat, lanjutnya, mereka diharuskan menggunakan masker N95 atau ekuivalen, gaun khusus, sepatu bot, pelindung mata atau face shield, sarung tangan bedah karet steril dan sekali pakai, penutup kepala, dan apron.

Dalam situasi wabah saat ini, dr. Christian Widodo berharap agar jangan banyak yang sakit dalam waktu bersamaan, karena kalau banyak yang sakit tenaga medis kewalahan, Rumah Sakit juga tidak mampu merawat semua pasien. Oleh karena itu, lanjutnya, masyarakat membantu tim medis dengan tetap di rumah supaya sedikit orang yang sakit dan bisa dirawat bergantian.

“Kita tetap di rumah supaya jangan banyak yang sakit dalam waktu bersamaan, karena kalau banyak yang sakit nanti tenaga medis kewalahan, RS juga tidak mampu merawat semua pasien. Oleh karena itu, kita bantu tim medis dengan tetap di rumah, supaya jumlah orang yang sakit sedikit dan bisa dirawat bergantian,” ajak dr. Christian Widodo.

Menurutnya, keterbatasan tenaga dokter juga bisa disiasati dengan tenaga siaga berupa promotor kesehatan bukan dokter yang harus ada di setiap lingkungan masyarakat. Sehingga pada keadaan insidental, promotor kesehatan bisa menangani dan mengantarkan siapa saja yang sakit ke rumah sakit terdekat.

Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dilansir kompas.tv edisi Senin, (6/4/2020) “Total ada 19 dokter umum dan spesialis, 5 dokter gigi, dan 6 perawat,” telah berpulang dalam status positif Covid-19. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan