oleh

Beras Petani untuk Nelayan, Ikan Nelayan untuk Petani

-News-604 views

RADARNTT, Kupang – “Beli Beras Petani bagikan ke Nelayan dan Beli Ikan di Nelayan bagikan ke Petani”, gagasan ini dilontarkan oleh Anggota DPR RI Fraksi NasDem Julie Sutrisno dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai NasDem Provinsi NTT, Sabtu (9/5/2020).

Bunda Julie, sapaanya mengatakan bahwa pandemi Covid-19 tidak saja mengancam nyawa rakyat tapi juga mengganggu perekonomian terutama stok kebutuhan pangan di masyarakat, sehingga dibutuhkan langkah strategis untuk intervensi kondisi kedaruratan saat ini maupun agenda pemulihan ekonomi dalam jangka menengah dan jangka panjang.

“Dalam bulan Mei ini kita lakukan itu, beli beras dari petani untuk dibagikan kepada nelayan dan beli ikan dari nelayan untuk dibagikan kepada petani,” ujar Julie Sutrisno dalam arahnya kepada seluruh peserta Rakorwil virtual itu.

Langkah ini, kata Julie, sebagai bentuk intervensi kondisi darurat bencana yang sedang dihadapi masyarakat, oleh karena itu ia meminta semua pengurus DPW, DPD dan anggota fraksi DPRD seluruh NTT untuk bersinergi dalam kerja sosial ini demi menjaga ketahanan pangan masyarakat NTT dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum pasti kapan berakhir.

Upaya ini searah dengan gagasan DPW NasDem NTT yang disampaikan dalam rapat virtual bersama Bidang Maritim DPP Partai NasDem belum lama ini, dalam rapat itu DPW NasDem NTT mengusulkan agar pemerintah bisa membeli ikan nelayan untuk dibagikan kepada masyarakat dengan gratis atau harga murah sebagai langkah penyelamatan nelayan sekaligus meningkatkan gizi masyarakat di tengah situasi bencana kesehatan saat ini.

Untuk itu, DPW NasDem NTT pada prinsipnya menyambut baik langkah ini dan akan segera berkoordinasi dengan struktur partai di semua tingkatan untuk bersinergi bersama dalam melakukan upaya penyelamatan nelayan dan petani di tengah suasana krisis kesehatan yang tentu berdampak langsung pada masalah ekonomi, khususnya ketahanan pangan keluarga petani dan nelayan.

Demikian hal ini ditegaskan Sekretaris DPW Partai NasDem Provinsi NTT, Alexander Take Ofong, seusai Rakorwil virtual kemarin. “Kita segera koordinasi lintas struktur partai dan farksi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk segera melakukan agenda ini sebagai prioritas penanganan dan intervensi kondisi darurat,” kata Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD NTT.

Dia juga mengharapkan keterlibatan aktif struktur partai dan anggota fraksi di semua tingkatkan untuk menyukseskan agenda ini demi menjembatani kesenjangan ekonomi yang mulai terasa di masyarakat khusus petani dan nelayan, “Butuh keterlibatan aktif semua pengurus dan anggota fraksi baik provinsi maupun kabupaten/kota,” pinta Alex Ofong.

Diketahui, potensi perikanan NTT dilengkapi panjang garis pantai sekitar 5.700 km dan luas laut mencapai 15.141.773,10 hektare.

Potensi yang mendukung sektor perikanan disebut, seperti hutan bakau seluas 51.854,83 Ha (11 spesies), terumbu karang sebanyak 160 jenis dari 17 famili.

Dilansir mongabay.co.id, potensi perikanan tangkap, terdiri dari Potensi Lestari (Maximum Sustainable Yield/MSY) 388,7 ton/tahun DENGAN Jenis-Beroperasi ikan Ekonomis Penting seperti ikan pelagis (ikan tuna, cakalang, tenggiri, layang, selar, kembung), demersal ikan (kerapu, ekor kuning, kakap, bambangan) dan komoditi lainnya (lobster, cumi-cumi, kerang darah, dan lain-lain).

Menurut data BPS NTT tahun 2018, jumlah petani 942.445 jiwa dengan rincian laki-laki 716.449 orang dan perempuan 226.006 orang, yang terdiri dari 691.291 rumah tangga petani. Umumnya berusaha sebagai petani lahan kering (3.638.029,70 hektare) dan sedikit lahan basah/sawah (215.796,10 hektare).

Rata-rata produksi padi sawah antara 3-7 ton per hektare. Namun, dampak cuaca dan hama produksi padi kadang anjlok di bawah tiga ton per hektare. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan