oleh

Breaking News: Jenazah Bocah 7 Tahun Dimakamkan Sesuai Protokol Covid di Alor

-News-2.425 views

RADARNTT, Kalabahi – Pasien anak usia 7 tahun masuk rawat inap di Puskesmas Bukapiting Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor. Diperiksa dokter terlihat gejala-gejala pneumonia atau diduga gejala covid karena masuk dengan kesadaran rendah sekali, kemudian dirujuk ke RSUD Kalabahi akhirnya meninggal dunia dan dimakamkan secara protokol Covid-19.

Demikian dituturkan Kepala Puskesmas Bukapiting Ance Moldena kepada media ini Sabtu, (18/7/2020) pagi via seluler.

Ance Moldena mengatakan saat masuk awal ditanya riwayat perjalanan ternyata ibu pasien pernah dari Jakarta.

“Sudah dikasih penjelasan petugas untuk karantina tapi mamanya tetap kontak dengan anak,” kata Moldena.

Ance Moldena.menjelaskan, sebelum ke Puskemas mereka ke dukun selama satu minggu.

“Dokter telepon saya kemudian saya telepon ke Kabid dan Kadis dan diarahkan harus dirujuk dan memang protoklernya begitu, keluarga dan dukun sempat menolak tapi kita baku bujuk akhirnya mau dirujuk,” tutur Moldena.

Camat dan Polsek sebagai tim gugus tugas kecamatan tidak ada respon saat pihaknya melakukan koordinasi via whatsapp dan sms.

“Besoknya saya diperintah untuk edukasi keluarga yang tinggal satu rumah untuk dirapid tes malam itu, untuk 4 orang yang rujuk itu dirapid hasil negatif,” imbuhnya.

Ance Moldena membeberkan bahwa dia sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa Waisika dan Camat Alor Timur Laut untuk edukasi dan rapid test, tetapi tidak direspon.

“Saya koordinasi Kepala Desa dan Camat, mereka terkesan lepas tangan. Saya tetap pergi dan edukasi, ternyata keluarga pasien terima dengan baik-baik dan mereka mau dirapid tes di Kalabahi,” jelas Moldena.

Hasil rapid test negatif, tetapi swabnya masih diperiksa di Kupang.

“Kemarin (Jumat, 17/7/2020) pagi anaknya meninggal, pihak rumah sakit dan pemerintah minta jenazah dikubur pakai protokler Covid karena hasil swab belum keluar,” kata Ance Moldena.

Situasi sempat tegang karena keluarga tidak mau tetapi Kapolres, Dandim dan Kadis Kesehatan menjelaskan sekitar 2 jam baru mereka mau untuk dimakamkan sesuai protokol Covid-19.

Saat berita ini diturunkan, awak media masih berupaya menghubungi pihak keluarga dan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Alor. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan